Skandal Pasar Batu Meledak! Ketua Fraksi Golkar & Ketua Komisi B Desak Bongkar Dugaan Permainan Kios

1249061_11zon

Batu | Serulingmedia.com — Dugaan penyimpangan dalam pembangunan dan pembagian kios Pasar Induk Among Tani Kota Batu semakin mengemuka.

 

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Batu, Didik Machmud, secara tegas mendukung langkah Kejaksaan Negeri Batu yang memanggil sejumlah pihak untuk mengungkap kebenaran di balik isu “permainan kios” yang selama ini bergulir di masyarakat.

“Ya, kalau saya ditanya masalah pemanggilan itu, pada prinsipnya kami mendukung langkah Pak Kajari Batu melalui asisten pidana khusus. Ini penting supaya jelas masalahnya, apakah desas-desus dugaan penyelewengan itu terjadi atau tidak,” tegas Didik, Minggu ( 5/4/2026).

Ia menambahkan bahwa pemanggilan ini akan membuka tabir soal apakah pembangunan pasar terbesar tersebut berlangsung bersih tanpa celah permainan dalam penataan dan distribusi kios.

“Pedagang lama wajib mendapatkan lapak seperti semula. Jangan sampai ada yang tidak kebagian,” tandasnya.

Didik juga menyoroti isu yang menyebut adanya anggota DPRD yang mendapat lapak. Ia membantah, namun menegaskan perlunya transparansi.

“Kalau memang teman-teman DPRD itu dulu pedagang, ya wajar. Tapi kalau tidak pernah jadi pedagang kemudian tahu-tahu dapat kios, ini perlu diperjelas,” ujarnya.

“A katakan A, B katakan B. Ini penting untuk kejaksaan dalam melakukan penyelidikan agar duduk perkaranya jelas,” tegasnya lagi.

Ketua Komisi B DPRD Batu Asmadi Ikut Angkat Suara

Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, juga memberikan dukungan penuh terhadap proses pemanggilan yang dilakukan Kejari Batu.

 

Ia menilai langkah tersebut sangat penting untuk menjernihkan suasana di tengah simpang siurnya kabar terkait dugaan permainan dalam pembagian kios.

“Kami mendukung kejaksaan untuk membuka persoalan ini secara terang benderang. Namun yang paling penting, tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Jangan sampai ada pihak yang langsung dihakimi sebelum ada kepastian hukum,” ujar Asmadi.

Asmadi juga menambahkan bahwa komisinya sejak awal telah memonitor dinamika penempatan pedagang di pasar baru tersebut.

“Kami ingin semua pedagang lama benar-benar terakomodasi. Jangan ada satu pun yang tercecer,” ucapnya.

Dengan semakin banyak pejabat yang mendukung upaya penegakan transparansi ini, publik Batu kini menanti hasil penyelidikan Kejaksaan—yang diyakini akan menjadi penentu apakah skandal permainan kios benar adanya atau hanya isu yang selama ini berkembang di kalangan pedagang. ( Eno).