Prof. Triyo Supriyatno Raih Sertifikasi Internasional AI Teaching Professional, Perkuat Transformasi Digital UIN Malang

PROF.TRIYO S.jpeg2_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Komitmen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kembali mendapat pengakuan internasional. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., resmi meraih Sertifikasi Internasional Certified AI Teaching Professional (CAIT) yang diterbitkan Forum Praktisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (FPTIKOM), Kamis (16/7/2026).

Sertifikat kompetensi tersebut diserahkan secara daring setelah Prof. Triyo dinyatakan lulus ujian kompetensi berdurasi satu jam. Pengakuan itu menegaskan kompetensinya sebagai tenaga pendidik profesional yang mampu mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan secara aman, etis, dan efektif dalam proses pembelajaran.

CAIT merupakan sertifikasi kompetensi berstandar internasional di bidang Information and Communication Technology (ICT), khususnya pada kualifikasi AI Teaching Professional, yang dirancang untuk memastikan pendidik memiliki kemampuan memanfaatkan AI tanpa mengesampingkan integritas akademik, perlindungan data, etika, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Bagi Prof. Triyo, sertifikasi tersebut bukan sekadar capaian personal, melainkan bagian dari ikhtiar mempercepat transformasi pendidikan tinggi Islam agar mampu menjawab tantangan revolusi digital.

“Artificial Intelligence harus menjadi instrumen untuk meningkatkan mutu pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola perguruan tinggi. Namun, implementasinya tetap harus berpijak pada etika akademik, nilai kemanusiaan, serta karakter,” ujar Prof. Triyo.

Sertifikasi CAIT mewajibkan peserta menguasai 12 kompetensi utama, mulai dari fondasi literasi AI, human-centered teaching, etika dan keamanan data, penyusunan prompt, pengembangan materi pembelajaran berbasis AI, asesmen digital, personalisasi pembelajaran, hingga evaluasi efektivitas penggunaan AI dan pengembangan profesional berkelanjutan.

Penguasaan kompetensi tersebut dinilai menjadi bekal penting bagi dosen dalam menghadapi perubahan paradigma pendidikan yang semakin dipengaruhi teknologi kecerdasan buatan.

Di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, capaian ini juga memperkuat agenda transformasi akademik melalui implementasi Outcome Based Education (OBE), penguatan literasi digital, peningkatan kompetensi dosen, serta pengembangan ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Sebagai akademisi yang selama ini dikenal aktif mengembangkan inovasi pendidikan, Prof. Triyo memandang AI bukan sebagai pengganti peran pendidik, melainkan alat untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa sekaligus meningkatkan produktivitas akademik secara bertanggung jawab.

Keberhasilan meraih predikat Certified AI Teaching Professional (CAIT) semakin mengukuhkan posisi Prof. Triyo sebagai salah satu akademisi yang berada di garis depan pengembangan pendidikan Islam berbasis teknologi. Capaian tersebut sekaligus mempertegas komitmen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mewujudkan visi sebagai Smart Eco Green University yang unggul, inovatif, humanis, dan berdaya saing global. ( Eno)