PJ Walikota Batu Ungkap Defisit Anggaran 2025: Rp 236 Miliar Akan Ditutup dari SILPA
Batu | Serulingmedia.com , – Penjabat (PJ) Walikota Batu, Aries Agung Paewai, mengungkapkan bahwa Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Kota Batu untuk tahun 2025 memproyeksikan defisit anggaran sebesar Rp 236 miliar.
Defisit ini direncanakan akan ditutup melalui penerimaan pembiayaan daerah dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) APBD Tahun 2024.
Hal tersebut disampaikan Aries dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Batu yang digelar pada Jumat siang, ( 5 /7/ 2024 ).
Dalam rapat yang berlangsung di ruang rapat paripurna itu, Aries menjelaskan bahwa proyeksi pendapatan daerah untuk tahun 2025 mencapai Rp 1,05 triliun, dengan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 294,3 miliar. Sementara itu, sisi belanja daerah diproyeksikan sebesar Rp 1,3 triliun.
“Maka dalam rancangan KUA-PPAS Kota Tahun 2025 ini terdapat proyeksi defisit anggaran sebesar Rp 236 miliar lebih yang direncanakan dapat ditutup dari penerimaan pembiayaan daerah melalui SILPA APBD Tahun 2024,” ungkap Aries di hadapan anggota DPRD Batu.
Aries juga menjelaskan pokok-pokok Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2025.
Ia menyebutkan proyeksi Makro Ekonomi Daerah Tahun 2025 akan melihat kondisi perekonomian dunia dan proyeksi ekonomi Indonesia secara umum, termasuk perekonomian Jawa Timur.
Dengan memperhatikan kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi daerah, target sasaran Makro Ekonomi Kota Batu pada tahun 2025 diproyeksikan sebagai berikut:
Pertumbuhan Ekonomi: Diproyeksikan tumbuh positif sebesar 5,73-6,02 persen melalui transformasi ekonomi, kemudahan perijinan, dan investasi serta mendorong sektor unggulan seperti pertanian, pariwisata, dan UMKM.
Angka Kemiskinan: Ditargetkan menurun ke kisaran 2,8-3,12 persen dengan menjaga stabilitas inflasi untuk daya beli masyarakat miskin dan rentan, serta memperluas akses terhadap informasi dan pemenuhan sarana dasar.
Tingkat Pengangguran Terbuka: Diproyeksikan sebesar 3,24-3,65 persen dengan memperluas kesempatan kerja dan menggalakkan pelatihan soft skill bagi pencari kerja.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Ditargetkan pada angka 80,18-80,28 poin, diharapkan mencerminkan peningkatan kualitas pembangunan manusia di Kota Batu baik dari aspek kesehatan, pendidikan, maupun kelayakan hidup.
Indeks Gini Ratio: Diproyeksikan berada pada angka 0,300-0,306 yang menunjukkan tingkat ketimpangan kesejahteraan antara penduduk kaya dan miskin. Hal ini memerlukan respons yang tepat agar stabilitas sosial ekonomi masyarakat Kota Batu dapat terjaga.
Dengan berbagai proyeksi tersebut, Aries optimis bahwa kebijakan yang akan diambil dapat mengantarkan Kota Batu menuju kondisi ekonomi yang lebih baik di tahun 2025.( Eno ).






