2.026 Anak Bakal Padati Balai Kota Among Tani, Kota Batu Siapkan Jambore Anak Indonesia 2026

1565013_11zon

Batu | Serulingmedia.com – Sebanyak 2.026 anak dari berbagai penjuru Kota Batu diproyeksikan akan memadati Balai Kota Among Tani pada Sabtu, 25 Juli 2026 mendatang dalam gelaran akbar Jambore Anak Indonesia 2026.

 

Kegiatan tersebut menjadi puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang digagas Komite Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kota Batu bersama puluhan instansi pemerintah, organisasi masyarakat, dan komunitas peduli anak.

 

Persiapan menuju kegiatan itu mulai dimatangkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Kepanitiaan Bersama HAN 2026 yang digelar di Aula Gus Dur, Gedung PCNU Kota Batu, Jumat (12/6/2026).

 

Rakor dihadiri perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Batu, di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Bakesbangpol, serta berbagai organisasi seperti TP PKK, Forum Anak, IGRA, IGTKI, HIMPAUDI, Muslimat NU, Fatayat NU, Sarbumusi, HIPPI, NGG Gemantara, Rumah Inklusi, Fair Law Firm, PERADI, hingga komunitas peduli anak se-Kota Batu.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Kota Batu, Rudianto, S.Pd., S.H., M.A.P., menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan semata.

“Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 ini bukan sekadar perayaan seremonial tahunan atau panggung hiburan semata. Ini adalah wujud nyata kehadiran negara, pemerintah, dan masyarakat dalam melindungi masa depan bangsa,” tegas Rudianto yang akrab disapa Goes Idur.

 

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem perlindungan anak yang kuat dan berkelanjutan di Kota Batu.

“Melalui gotong royong ini, kita ingin mencetak anak-anak Kota Batu yang handal, berkualitas, dan berwawasan guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan mandiri di masa depan. Dukungan moril, materiil, dan komitmen dari seluruh pihak sangat menentukan keberhasilan pemenuhan hak anak,” ujarnya.

Sekretaris Panitia Pelaksana, Asmi Zahrotul Khoiriyah, S.Psi., bersama Ketua Panitia Beauty Insani, S.H., memaparkan bahwa Jambore Anak Indonesia 2026 mengusung tema “Anak Terlindungi, Kota Batu Berseri, Indonesia Maju.”

Berbeda dari peringatan sebelumnya, panitia akan mengawalinya dengan program Road to Jambore melalui kegiatan Sambang Desa di 24 desa dan kelurahan se-Kota Batu.

 

Program tersebut bertujuan mendekatkan layanan perlindungan anak langsung ke masyarakat melalui sosialisasi pemenuhan hak anak, trauma healing, edukasi hukum anti-perundungan (bullying), hingga deteksi dini terhadap berbagai persoalan seperti stunting, anak putus sekolah, dan anak yang berhadapan dengan hukum.

 

Puncak acara di Balai Kota Among Tani nantinya akan melibatkan 2.026 anak yang berasal dari delegasi desa dan kelurahan, sekolah, pondok pesantren, Forum Anak, Sekolah Luar Biasa (SLB), anak jalanan, hingga panti asuhan.

 

Mereka akan mengikuti tiga agenda utama, yakni Gerak Jalan Ceria dengan atribut kampanye hak anak, Pameran Karya dan Layanan Anak yang menghadirkan pelayanan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) gratis serta posko pengaduan dan konseling psikologi, serta Pentas Seni dan Deklarasi Suara Anak Kota Batu Tahun 2026 yang akan diserahkan langsung kepada Pemerintah Daerah sebagai rekomendasi kebijakan ramah anak.

 

Demi menyukseskan kegiatan berskala besar tersebut, panitia juga membuka peluang kemitraan dengan berbagai pihak melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), mulai dari perbankan, hotel, restoran, wahana hiburan, pelaku usaha kuliner, hingga asosiasi pengusaha di Kota Batu.

 

Rakor ditutup dengan pembagian tugas antarinstansi dan penguatan komitmen bersama untuk menghadirkan perlindungan anak yang lebih nyata.

 

Semangat itu dirangkum dalam slogan, “Sinergi Pemerintah, Kekuatan Swasta, Kepedulian Masyarakat: Tiga Pilar Utama Menuju Perlindungan Anak yang Optimum. Mari Rajut Kolaborasi, Hadirkan Aksi Nyata, demi Anak Terlindungi, Kota Batu Berseri, Indonesia Maju.”

Dengan melibatkan ribuan anak dan dukungan lintas sektor, Jambore Anak Indonesia 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Kota Batu sebagai Kota Layak Anak yang tidak hanya unggul dalam penghargaan, tetapi juga nyata dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.( Eno).