Rektor UIN Malang Hadiri Ujian Doktor Ibu Nyai Lelly, Perkuat Sinergi Kampus dan Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045

1649056_11zon

Surabaya | Serulingmedia.com – Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menghadiri Ujian Doktor Terbuka tokoh perempuan pesantren, Ibu Nyai Dr. Hj. Lelly Lailiyah Novianti, Dra., M.M., di Universitas Airlangga Surabaya, Selasa (30/6/2026).

 

Kehadiran Rektor UIN Malang menjadi simbol penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pesantren dalam mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

 

Ibu Nyai Lelly, yang merupakan istri Ketua PWNU Jawa Timur KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, mempertahankan disertasi berjudul “Nilai-Nilai Qonun Asasi Nahdlatul Ulama Dalam Politik Hukum Pengembangan Sumber Daya Manusia di Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045.”

Sidang terbuka tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menteri Haji dan Umrah RI Dr. KH. Mochamad Irfan Yusuf, M.Si., Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., mantan Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas, para ulama, pimpinan lembaga, akademisi, serta sivitas akademika dari berbagai perguruan tinggi.

 

Prof. Ilfi menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Ibu Nyai Lelly meraih gelar doktor.

 

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa tradisi intelektual di lingkungan pesantren terus berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa, khususnya melalui penguatan kualitas sumber daya manusia.

 

“Selamat dan sukses kepada Ibu Nyai Dr. Hj. Lelly Lailiyah Novianti, Dra., M.M., atas capaian akademik yang luar biasa ini. Semoga gelar doktor yang diraih menjadi wasilah untuk semakin memperkuat kontribusi dalam pengembangan pendidikan pesantren, melahirkan sumber daya manusia yang unggul, serta memberikan kemaslahatan yang lebih luas bagi umat, Nahdlatul Ulama, bangsa, dan negara. Harapannya, Bu Nyai Lelly menjadi motivator dan inspirator bagi para santri, para nawaning, serta para Bu Nyai lainnya,” ujar Prof. Ilfi.

 

Ia menegaskan, momentum akademik tersebut juga dimanfaatkan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, pesantren, dan lembaga strategis.

 

Sinergi tersebut dinilai penting dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi, riset, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan kelembagaan yang berkelanjutan.

Menurut Prof. Ilfi, kolaborasi antara dunia akademik dan pesantren menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap tantangan zaman.

 

Dengan memperkuat kemitraan lintas institusi, UIN Malang optimistis mampu menghadirkan inovasi yang berdampak bagi kemajuan pendidikan nasional sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Kehadiran Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam forum akademik tersebut sekaligus menegaskan komitmen kampus untuk terus membangun budaya kolaboratif yang mengintegrasikan keunggulan akademik dengan nilai-nilai keislaman dan tradisi pesantren sebagai kekuatan utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia.( Eno)