43.912 Pendaftar, 4.978 Lolos: Rektor UIN Malang Pasang Taruhan pada Kepercayaan Orang Tua

1877564_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Sebanyak 43.912 orang mendaftar ke Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang untuk tahun akademik 2026/2027. Dari jumlah tersebut, hanya 4.978 calon mahasiswa yang diterima.

 

Angka itu menjadi salah satu pesan utama Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., saat bertemu ribuan orang tua dan wali mahasiswa baru dalam Temu Wali Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 di Gedung Sport Center UIN Malang, Minggu (16/8/2026).

Bagi Prof. Ilfi, ketatnya seleksi bukan sekadar angka statistik. Di balik ribuan pendaftar terdapat persaingan untuk mendapatkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi keagamaan negeri yang terus memperkuat kualitas akademik dan kelembagaannya.

“Masuk di UIN Malang tidaklah mudah. Dari 43.912 pendaftar, yang diterima hanya 4.978. Jadi anak-anak Bapak Ibu sangat luar biasa,” tegas Prof. Ilfi.

Namun, keberhasilan mahasiswa menembus seleksi tersebut sekaligus menempatkan kampus pada tanggung jawab yang lebih besar. Kepercayaan orang tua menjadi taruhan yang harus dijawab dengan kualitas pendidikan, pembinaan karakter, dan pelayanan akademik.

Kepercayaan Orang Tua Bukan Sekadar Simbol

Di hadapan para wali mahasiswa, Prof. Ilfi secara terbuka meminta agar orang tua tidak ragu menitipkan pendidikan putra-putrinya kepada UIN Malang.

Menurutnya, ketika orang tua mempercayakan pendidikan anak kepada kampus, maka kepercayaan tersebut harus diarahkan pada satu tujuan: masa depan mahasiswa.

“Jika Bapak Ibu yakin dengan lembaga ini, maka Bapak Ibu yakin dengan masa depan anak-anak Bapak Ibu,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan posisi rektor bahwa hubungan antara kampus dan keluarga tidak boleh berhenti pada saat mahasiswa resmi diterima. Komunikasi dan kepercayaan harus terus dibangun selama mahasiswa menjalani proses pendidikan.

“Bapak Ibu yakin, tetapi kalau Bapak Ibu ragu, kami juga akan ragu. Kenapa? Karena tidak ada dusta di antara kita,” kata Prof. Ilfi.

UIN Malang Tak Hanya Mengejar Gelar

Prof. Ilfi menegaskan, pendidikan di UIN Malang tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang menguasai bidang keilmuan sesuai program studinya.

Kampus mengintegrasikan ilmu umum dengan ilmu keislaman dan pembentukan adab. Mahasiswa juga mendapatkan pembelajaran fikih, Al-Qur’an, dan hadis.

Model tersebut, kata Prof. Ilfi, merupakan bagian dari tradisi keilmuan Islam yang sejak lama tidak memisahkan antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan.

Ia mencontohkan Ibnu Sina yang dikenal sebagai tokoh besar dalam bidang kedokteran sekaligus memiliki keterkaitan kuat dengan tradisi keilmuan Islam.

“Di sini adab maupun ilmu umum diajarkan. Ada fikih, ada Al-Qur’an dan hadis,” tuturnya.
Penguatan karakter juga dilakukan melalui Ma’had yang menjadi bagian dari ekosistem pendidikan UIN Malang. Pembinaan di Ma’had diarahkan untuk memperkuat adab, pemahaman keagamaan, dan karakter mahasiswa.

35 Prodi Akreditasi Unggul

Komitmen meningkatkan mutu pendidikan juga ditunjukkan melalui capaian akreditasi. Prof. Ilfi menyebut saat ini sebanyak 35 program studi UIN Malang telah memperoleh akreditasi unggul.


Capaian tersebut menjadi modal penting bagi kampus. Namun, status unggul juga membawa konsekuensi: kualitas harus terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan status akreditasi. Kualitas lulusan, kompetensi dosen, relevansi kurikulum, pelayanan akademik, serta kemampuan mahasiswa menghadapi perubahan dunia kerja menjadi ukuran yang tidak kalah penting.

UIN Malang juga tengah menyiapkan pengembangan kelembagaan melalui rencana penambahan dua fakultas baru. Langkah itu diarahkan untuk memperluas bidang keilmuan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.

 

Membentuk Generasi Rahmatan Lil ‘Alamin

Di tengah tuntutan terhadap perguruan tinggi yang semakin kompleks, Prof. Ilfi menegaskan bahwa UIN Malang tetap mempertahankan identitas keislamannya.

Mahasiswa tidak hanya ditargetkan memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga memiliki pemahaman Islam yang moderat serta mampu menghadirkan kemaslahatan di tengah masyarakat.

“Kami akan mengajarkan ilmu keislaman yang rahmatan lil ‘alamin,” tegasnya.

Dengan demikian, 4.978 mahasiswa yang berhasil lolos dari 43.912 pendaftar bukan sekadar angka dalam laporan penerimaan mahasiswa baru. Mereka membawa harapan keluarga sekaligus menjadi bagian dari tanggung jawab besar UIN Malang.

Bagi Rektor Prof. Ilfi, kepercayaan orang tua merupakan modal awal. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa kepercayaan tersebut layak diberikan.

UIN Malang kini dituntut bukan hanya mempertahankan reputasi sebagai kampus yang selektif, tetapi juga memastikan setiap mahasiswa mendapatkan pendidikan yang mampu menggabungkan ilmu, adab, keislaman, dan kompetensi untuk menghadapi masa depan. ( Eno).