UNU Purwokerto Dorong TOGA Ngudi Sehat Naik Kelas, Tanaman Obat Disulap Jadi Produk Ekonomi

1874366_11zon

Banyumas | Serulingmedia.com – Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pendampingan Kelompok Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (Asman TOGA) Ngudi Sehat, Desa Lesmana, Kabupaten Banyumas.

 

Melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), tim dosen UNU Purwokerto mendorong kelompok masyarakat tidak sekadar memanfaatkan tanaman obat untuk kebutuhan keluarga, tetapi mengembangkannya menjadi produk herbal yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar.

Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan promosi dan pengenalan produk herbal kepada masyarakat, Sabtu (15/8/2026).

 

Kegiatan memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.


Tim pelaksana UNU Purwokerto terdiri atas Ariesta Amanda, S.Pd., M.A., Dr. Indah Sulistiyawati, M.Si., dan Gita Anggraeni, M.Si.
Pendampingan UNU Purwokerto diarahkan pada penguatan kapasitas kelompok, mulai dari pengolahan produk, kebersihan, pengemasan, identitas produk, branding, hingga strategi promosi dan pemasaran.

 

Sejumlah produk herbal hasil pengembangan Asman TOGA Ngudi Sehat diperkenalkan dalam kegiatan tersebut, antara lain kunyit bubuk, wedang uwuh, black garlic, jamu kunyit, dan lemon grass.

 

Ketua tim pelaksana, Ariesta Amanda, mengatakan UNU Purwokerto ingin memastikan potensi lokal masyarakat dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi.

 

“Kami ingin mendorong agar potensi tanaman obat yang dimiliki masyarakat Desa Lesmana tidak berhenti pada pemanfaatan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk herbal yang memiliki nilai tambah dan peluang ekonomi,” kata Ariesta.

Menurut dia, produksi saja tidak cukup untuk membuat produk masyarakat berkembang. Kelompok juga harus memiliki kemampuan membangun identitas produk, memperbaiki kemasan, melakukan promosi, dan mengembangkan pemasaran.

Karena itu, UNU Purwokerto menempatkan pendampingan sebagai bagian penting dalam membangun kemandirian kelompok.

 

Perguruan tinggi tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi turut mendorong masyarakat agar mampu mengelola potensi lokal secara berkelanjutan.

 

Program PKM tersebut juga memperlihatkan bagaimana perguruan tinggi dapat mengambil peran langsung dalam menyelesaikan persoalan masyarakat melalui inovasi berbasis potensi desa.

Dalam skema tersebut, Asman TOGA Ngudi Sehat menjadi pelaku utama pengembangan produk, sedangkan UNU Purwokerto memberikan penguatan kapasitas dan pendampingan agar produk yang dihasilkan semakin siap diperkenalkan kepada konsumen.

 

Tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan usaha. Pengembangan pemasaran digital dan offline, peningkatan kualitas label dan kemasan, diversifikasi produk, serta perluasan jaringan pemasaran menjadi agenda penting agar produk herbal Desa Lesmana mampu memiliki pasar yang lebih luas.

 

Bagi UNU Purwokerto, program tersebut sekaligus menegaskan fungsi perguruan tinggi yang tidak berhenti di ruang akademik.

 

Pengetahuan dan inovasi yang dimiliki dosen diarahkan untuk memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

 

Dari Desa Lesmana, UNU Purwokerto mendorong agar tanaman obat keluarga tidak hanya menjadi tanaman di pekarangan, tetapi tumbuh menjadi produk lokal yang memiliki nilai ekonomi, memperkuat kemandirian kelompok, dan membuka peluang usaha masyarakat.( Eno).