PUSPENMA Gandeng PTKN Se-Indonesia, Perkuat Beasiswa dan Riset untuk Cetak SDM Unggul Indonesia Emas 2045

ITA KEUANGAN_11zon

Jakarta | Serulingmedia.com – Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) memperkuat sinergi dengan seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) se-Indonesia melalui kegiatan Sosialisasi, Sinkronisasi, dan Kolaborasi Program PUSPENMA dalam Forum Kepala Biro PTKN se-Indonesia yang digelar di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Forum ini menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan pelaksanaan berbagai program pembiayaan pendidikan, beasiswa, dan penguatan riset guna mencetak sumber daya manusia unggul sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan tersebut dihadiri para Kepala Biro PTKN dari seluruh Indonesia, termasuk Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ita Hidayatus Sholihah, S.Ag., M.M. Kehadiran UIN Malang menegaskan komitmen institusi dalam mendukung implementasi berbagai program pembiayaan pendidikan yang dikelola PUSPENMA.

Acara dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Prof. Dr. H. Phil. Kamaruddin Amin, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan PTKN dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi keagamaan.

Dalam paparannya, Kepala PUSPENMA, Dr. Ruchman Basori, S.Ag., M.Ag., menjelaskan bahwa PUSPENMA terus mengembangkan berbagai skema pembiayaan pendidikan sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama. Program-program tersebut mencakup Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB), Beasiswa Unggulan Keagamaan, Beasiswa Pesantren, Beasiswa Double Degree, Beasiswa Akselerasi, Beasiswa Targeted, Bantuan Penyelesaian Pendidikan (BPP), Program KIP Kuliah, hingga Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit.

“Seluruh program PUSPENMA dirancang untuk memperluas akses pendidikan tinggi, meningkatkan kompetensi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, sekaligus memperkuat ekosistem riset yang berkualitas serta berdampak bagi masyarakat. Kolaborasi dengan PTKN menjadi kunci dalam mewujudkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Ruchman Basori.

Selain sosialisasi program, forum juga membahas strategi sinkronisasi pelaksanaan kebijakan antara PUSPENMA dan PTKN. Pembahasan difokuskan pada peningkatan kualitas layanan beasiswa, penguatan tata kelola administrasi, perluasan akses pendidikan, serta optimalisasi pelaksanaan program riset kolaboratif.

Para Kepala Biro PTKN turut memberikan berbagai masukan terkait implementasi kebijakan agar setiap program dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi sivitas akademika.

Kepala Biro AAKK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ita Hidayatus Sholihah, mengatakan forum tersebut menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi antara PUSPENMA dengan seluruh PTKN dalam mengimplementasikan program-program pembiayaan pendidikan.

“Hasil forum ini menjadi acuan penting bagi kami dalam meningkatkan kualitas layanan akademik, kemahasiswaan, pembiayaan pendidikan, serta pengembangan sumber daya manusia di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sinergi yang semakin kuat antara Kementerian Agama dan PTKN diharapkan mampu menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas dan berdaya saing,” tutur Ita.

Ia menambahkan, implementasi berbagai program PUSPENMA di lingkungan PTKN diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan tinggi keagamaan, tetapi juga melahirkan lulusan unggul serta riset-riset inovatif yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional dan pencapaian visi Indonesia Emas 2045. ( Eno)