Prof. Dr. M. Abdul Hamid, Guru Besar UIN Maliki Malang yang Konsisten Menjaga Mutu Akademik Nasional
Malang | Serulingmedia.com – Kiprah Prof. Dr. M. Abdul Hamid sebagai akademisi terus mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Guru Besar sekaligus Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang ini kembali dipercaya menjadi penguji eksternal dalam ujian terbuka promosi doktor Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berlangsung pada Kamis (23/7/2026).
Kepercayaan tersebut bukan sekadar penugasan akademik, tetapi menjadi cerminan kapasitas Prof. Abdul Hamid sebagai pakar yang memiliki rekam jejak kuat dalam pengembangan keilmuan, khususnya di bidang bahasa, pendidikan, dan studi Islam.
Kehadirannya sebagai penguji eksternal juga mempertegas eratnya sinergi akademik antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Universitas Muhammadiyah Malang dalam menjaga standar mutu pendidikan tinggi yang objektif, independen, dan kolaboratif.
Disertasi yang dipertahankan dalam ujian terbuka tersebut berjudul “Fonologi Terapan dalam Pembelajaran Al-Qur’an bagi Penutur Non-Arab Berbasis Interferensi Bahasa Ibu.”
Penelitian ini mengkaji pengaruh bahasa pertama (mother tongue) terhadap pelafalan bunyi-bunyi bahasa Arab dalam pembelajaran Al-Qur’an, sekaligus menawarkan pendekatan fonologi terapan sebagai dasar pengembangan model pembelajaran yang lebih efektif bagi penutur non-Arab.
Ujian promosi doktor dipimpin oleh Ketua Penguji Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., dengan tim penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Tobroni, M.Si., Prof. Dr. Abdul Haris, M.A., dan Prof. Dr. M. Abdul Hamid sebagai penguji eksternal.
Kegiatan ujian terbuka tersebut berlangsung pada Kamis (23/7/2026) di Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang dengan dihadiri sivitas akademika, para promotor, tim penguji, serta tamu undangan.
Sementara itu, proses pembimbingan disertasi dilakukan oleh Assoc. Prof. Dr. Faridi selaku Promotor dan Assoc. Prof. Dr. Romelah sebagai Ko-Promotor. Di bawah bimbingan kedua akademisi tersebut, disertasi berhasil disusun secara sistematis dengan menghadirkan kajian yang memadukan perspektif linguistik, pedagogik, dan keislaman.
Kehadiran tim promotor bersama jajaran penguji menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas ilmiah, ketajaman analisis, serta kontribusi akademik penelitian terhadap pengembangan ilmu linguistik dan pendidikan Al-Qur’an.
Sebagai penguji eksternal, Prof. Dr. M. Abdul Hamid memberikan sejumlah masukan akademik yang bersifat konseptual maupun metodologis.
Ia menekankan bahwa penggunaan istilah fonologi terapan harus memiliki landasan epistemologis yang kokoh agar tidak hanya dipahami sebagai penerapan teori fonologi dalam praktik pembelajaran, tetapi juga menunjukkan posisi keilmuan yang jelas dalam khazanah linguistik terapan.
Menurutnya, disertasi doktor harus mampu menghadirkan scientific novelty yang tidak hanya menjawab persoalan praktis di lapangan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori dan paradigma ilmu pengetahuan.
“Penelitian mengenai pembelajaran Al-Qur’an bagi penutur non-Arab memiliki nilai strategis karena menyentuh aspek kebahasaan, pedagogik, sekaligus keislaman. Namun pada level doktoral, yang tidak kalah penting adalah bagaimana penelitian tersebut mampu mempertegas posisi teoritiknya, menunjukkan kebaruan konseptual, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan disiplin ilmu linguistik dan pendidikan Al-Qur’an,” ungkap Prof. Abdul Hamid.
Ia juga mengapresiasi tema penelitian yang mengangkat persoalan interferensi bahasa ibu dalam pembelajaran Al-Qur’an.
Menurutnya, fenomena tersebut merupakan tantangan nyata dalam proses pemerolehan bunyi bahasa Arab oleh penutur non-Arab sehingga memiliki potensi besar memperkaya pengembangan model pembelajaran Al-Qur’an yang lebih adaptif terhadap latar belakang linguistik peserta didik.
Lebih jauh, Prof. Abdul Hamid menegaskan bahwa keterlibatan dosen dan guru besar sebagai penguji eksternal merupakan bagian dari implementasi kerja sama akademik antarperguruan tinggi yang harus terus diperkuat.
Selain menjamin mutu akademik, kolaborasi semacam ini juga membuka ruang bagi pertukaran gagasan, pengembangan riset bersama, publikasi ilmiah, serta inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Selama mengemban amanah sebagai Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga, Prof. Abdul Hamid dikenal aktif memperluas jejaring kemitraan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan berbagai perguruan tinggi, lembaga pemerintah, maupun institusi internasional.
Berbagai kerja sama tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi, memperkuat reputasi institusi, serta mendorong lahirnya inovasi berbasis kolaborasi.
Bagi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, partisipasi aktif dosen dan guru besar dalam forum-forum akademik lintas perguruan tinggi menjadi wujud nyata komitmen institusi dalam membangun reputasi akademik di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui jejaring kerja sama yang semakin luas, UIN Maliki Malang terus menghadirkan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan mutu pendidikan tinggi, serta penguatan ekosistem akademik yang kolaboratif, inklusif, dan berdaya saing global.
Kepercayaan yang kembali diberikan kepada Prof. Dr. M. Abdul Hamid sebagai penguji eksternal semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu akademisi berpengaruh di bidangnya.
Kiprah tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam menghadirkan sumber daya akademik yang berintegritas, berwawasan luas, dan terus berkontribusi bagi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.( Eno).






