UIN Maliki – PWNU Jatim Satukan Tekad Bangun SDM Nahdliyin Unggul
Surabaya | Serulingmedia.com — UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan PWNU Jawa Timur resmi menyatukan tekad untuk membangun SDM Nahdliyin yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.
Komitmen ini ditandai melalui kunjungan resmi rombongan Pascasarjana UIN Maliki ke Kantor PWNU Jatim di Surabaya, Senin (8/12/2025), sebagai tindak lanjut MoU strategis UIN Maliki – PBNU.
Rombongan dipimpin oleh Wakil Rektor IV, Prof. Dr. Abdul Hamid, bersama Prof. Dr. Agus Maimun (Direktur Pascasarjana), Dr. Sutaman (Wadir II), dan Prof. Dr. M. Fauzan Zenrif (Ketua Prodi S3 Studi Islam).
Mereka diterima hangat oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), didampingi Sekretaris PWNU H. Muhammad Faqih, dan Wakil Ketua PWNU Prof. Dr. H. Maskuri Bakri.
Gus Kikin: Membangun SDM adalah Jalan Peradaban
Dalam sambutannya, Gus Kikin memberikan refleksi mendalam mengenai pentingnya kualitas SDM dalam membangun masa depan NU.
Ia menegaskan bahwa perjalanan panjang organisasi harus dibarengi kesadaran kolektif untuk meningkatkan kapasitas manusia.
“Selama beberapa dekade, kita kurang memberi perhatian pada pembangunan SDM. Padahal, minat warga NU terhadap pendidikan semakin meningkat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa UIN Maliki adalah model integrasi terbaik antara tradisi pesantren dan akademik modern.
“UIN Maliki menjaga ruh pesantren lewat Ma’had, namun tetap unggul dalam akademik. Ini modal strategis untuk NU,” kata Gus Kikin.
Ia menutup refleksinya dengan filosofi pesantren yang sarat makna:
“Orang cerdas bukan yang luar biasa, tetapi yang qana‘ah luar biasa.”
Prof. Hamid: UIN Maliki Siap Mengabdi Lebih Dalam kepada NU
Wakil Rektor IV, Prof. Dr. Abdul Hamid, menegaskan bahwa kemitraan ini bukan sekadar agenda formal, tetapi bagian dari tanggung jawab moral UIN Maliki terhadap NU sebagai rumah besar umat.
“Kami tidak hanya membawa program, tetapi membawa komitmen. UIN Maliki siap hadir dimana NU membutuhkan penguatan pendidikan, riset, dan pengabdian,” tegasnya.
Prof. Hamid juga menegaskan kesiapan kampus untuk memperkuat beasiswa, afirmasi pendidikan, pendampingan masyarakat, hingga riset kolaboratif.
“Kami ingin SDM NU unggul secara intelektual, matang secara spiritual, dan kuat secara karakter,” tambahnya.
Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengabdian Masyarakat
Pada sesi dialog, PWNU menyampaikan sejumlah kebutuhan strategis yang siap disinergikan dengan UIN Maliki. Salah satu agenda penting adalah penguatan pengabdian masyarakat melalui Pokja Kehutanan Sosial.
Pengabdian Masyarakat dan Pengelolaan Hutan Sosial
Pada ranah pengabdian masyarakat, PWNU mengajak UIN Maliki terlibat dalam Pokja Kehutanan Sosial, terutama setelah PWNU menerima mandat pengelolaan sekitar 100 hektare kawasan hutan.
Pendampingan ilmiah dari berbagai disiplin ilmu dianggap sangat penting untuk memperkuat:
- tata kelola hutan yang berkelanjutan,
- pemberdayaan ekonomi masyarakat,
- hingga pengembangan sosial berbasis komunitas.
- Program RPL, Afirmasi S3, dan PPG untuk Guru Ma’arif
PWNU turut menyoroti peluang besar Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi guru-guru LP Ma’arif yang mengelola lebih dari 12.000 lembaga pendidikan.
Selain itu, PWNU mendorong:
- program afirmasi S3 bagi kader LPTNU dan LPNU,
- peningkatan kuota PPG Prajab bagi guru Ma’arif sebagai bentuk keberpihakan pada peningkatan profesionalisme pendidik NU.
- PWNU menilai bahwa perluasan akses pendidikan dan peningkatan kualifikasi akademik ini menjadi kunci untuk memperkuat daya saing ekosistem pendidikan NU.
Disepakati: Dibentuk Tim Teknis Tiga Bidang Utama
Pertemuan yang berlangsung hampir dua jam itu menghasilkan kesepakatan pembentukan tim teknis sebagai langkah awal implementasi kerja sama pada tiga bidang:
1. Pendidikan,
2. Penelitian,
3. Pengabdian kepada masyarakat.
Kesepakatan ini dipandang sebagai momentum strategis mempersiapkan generasi NU yang unggul, moderat, dan siap menghadapi tantangan abad ke-21.
Menutup dengan Semangat Bersama
Rombongan UIN Maliki berpamitan meninggalkan Kantor PWNU Jatim dengan penuh optimisme.
Mereka membawa semangat baru untuk memperkuat kemitraan produktif yang tidak hanya bermanfaat bagi kampus dan NU, tetapi juga bagi umat dan bangsa. ( Eno).






