Reforma Agraria 2025 Digeber! Menteri Nusron Tekankan Soliditas, Tanpa Komando Khusus: “Kalian Sudah Paling Paham di Lapangan”

Screenshot_2025-12-11-09-16-54-453_com.android.chrome-edit

Jakarta | Serulingmedia.com — Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Reforma Agraria 2025 dibuka dengan nada tegas namun penuh kepercayaan diri dari Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid.

Tanpa basa-basi, ia menegaskan bahwa tidak ada arahan khusus yang perlu diberikan, karena para pelaksana di lapangan dinilai sudah paling memahami medan dan tantangan Reforma Agraria.

“Semua masalah mohon kita selesaikan dengan baik-baik. Kita lakukan program Reforma Agraria ini dengan saksama dan koordinasi dengan baik. Tak ada arahan khusus, saya yakin Bapak/Ibu sudah (lebih paham) sebagai pelaku di lapangan,” ujar Menteri Nusron di Aula Prona, Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Rakornas tahun ini mengusung tema “Penguatan Kelembagaan Reforma Agraria dan Penyelesaian Konflik Agraria”, yang menegaskan urgensi kolaborasi lintas kementerian/lembaga, terutama di daerah prioritas. Menteri Nusron menekankan bahwa Rakornas harus dijalankan secara efisien, fokus, dan tidak bertele-tele.

“Ini adalah Rakornas Reforma Agraria, maka pelaksanaannya harus dilakukan secara cermat, efisien dan tidak bertele-tele,” tegasnya.

Di sisi lain, Direktur Landreform, Rudi Rubijaya, menegaskan bahwa Rakornas kali ini dirancang untuk menghasilkan strategi komprehensif dalam memperkuat kelembagaan Reforma Agraria sekaligus merumuskan skema penyelesaian konflik agraria yang selama ini menjadi pekerjaan besar negara.

“Tujuan kegiatan ini adalah menghasilkan kebijakan dan strategi penguatan kelembagaan Reforma Agraria melalui koordinasi lintas kementerian/lembaga, serta menghasilkan skema penyelesaian atas permasalahan dan konflik Reforma Agraria,” jelasnya.

Usai pembukaan, agenda berlanjut dengan Diskusi Panel 1 bertema Sinkronisasi Arah Kebijakan Reforma Agraria, menghadirkan para narasumber kunci seperti:

Sora Lokita – Kemenko Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan

Suroto – Kemenko Perekonomian

Niken Ariati – Kemenko PMK

Widya Leksmanawati Habibie – Akademisi Kebijakan Publik

Diskusi dipandu oleh Direktur Pemberdayaan Tanah Masyarakat, Freddy A. Kolintama.

Rakornas juga diikuti jajaran penting Kementerian ATR/BPN, termasuk Staf Khusus Menteri Bidang Reforma Agraria Rezka Oktoberia dan Dirjen Penataan Agraria Embun Sari.

Dengan semangat soliditas dan penyelesaian konflik secara elegan, Rakornas Reforma Agraria 2025 ditargetkan menjadi langkah maju dalam menghadirkan keadilan agraria bagi seluruh rakyat Indonesia.( Sar)