PWI Malang Raya Tanamkan Literasi Jurnalistik Sejak Dini di Sekolah Rakyat

986891_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang melek informasi dengan menggelar Pelatihan Komunikasi yang Baik dan Dasar Jurnalistik bagi siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) Tlogowaru, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) sekaligus Hari Jadi ke-80 PWI yang diperingati setiap 9 Februari.

Melalui kegiatan ini, PWI Malang Raya menegaskan perannya sebagai mitra strategis pendidikan dalam membangun literasi media di kalangan pelajar, khususnya di Sekolah Rakyat.

Ketua PWI Malang Raya, Cahyono, mengatakan pelatihan ini bertujuan membekali siswa Sekolah Rakyat dengan kemampuan dasar jurnalistik agar mampu menyaring, memahami, dan menyampaikan informasi secara benar di tengah derasnya arus informasi digital.

“Anak-anak hari ini tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen konten. Karena itu, mereka perlu dibekali dasar jurnalistik agar tidak terjebak hoaks dan mampu menyampaikan informasi secara akurat dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Dalam materinya, Cahyono memaparkan prinsip dasar penulisan berita yang dikenal dengan 5W+1H (Who, What, When, Where, Why, dan How) sebagai fondasi utama karya jurnalistik yang berkualitas.

“Setiap berita yang baik harus menjawab enam unsur tersebut agar informasinya utuh, jelas, dan mudah dipahami pembaca,” jelas jurnalis Harian Bhirawa itu.

Selain itu, ia juga menjelaskan struktur penulisan berita dengan model piramida terbalik, di mana informasi terpenting ditempatkan di awal tulisan.

“Judul dan paragraf pertama harus langsung menyajikan inti berita. Ini penting agar pembaca bisa menangkap pesan utama dengan cepat,” tambahnya.

Cahyono juga mengingatkan para siswa tentang pentingnya kesesuaian judul dan isi berita untuk menghindari praktik clickbait. Ia menegaskan bahwa setiap karya jurnalistik harus berpedoman pada KBBI, Kode Etik Jurnalistik, serta Undang-Undang Pers.

Sementara itu, Kepala Sekolah Jurnalis Indonesia PWI Malang Raya, Sunavip Ra Indrata, yang juga wartawan Malang Post, membahas komunikasi di era milenial dengan pendekatan khas Generasi Z.

Ia menyoroti perubahan pola komunikasi yang kini lebih visual, singkat, dan interaktif melalui media sosial seperti TikTok dan Instagram.

“Media sosial bisa menjadi sarana jurnalisme warga bagi pelajar, tetapi tetap harus mengedepankan etika, kejujuran, dan tanggung jawab agar tidak menyebarkan hoaks,” paparnya.

Ia juga mengajak siswa Sekolah Rakyat untuk bijak bermedia sosial dengan memahami risiko misinformasi dan cyberbullying.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang disambut antusias para siswa.

Mereka aktif bertanya seputar dunia kewartawanan dan tantangan jurnalis di era digital.

Melalui kolaborasi PWI Malang Raya dan Sekolah Rakyat ini, diharapkan tumbuh minat serta kesadaran literasi media sejak dini, sehingga generasi muda Malang mampu berkontribusi dalam membangun ekosistem informasi yang sehat dan berkualitas. (Har/Eno)