PWI Bojonegoro Belajar Kemandirian Organisasi ke PWI Malang Raya

1399513_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bojonegoro melakukan kunjungan silaturahmi dan studi organisasi ke PWI Malang Raya di Kantor PWI Malang, Jumat (8/5/2026).

 

Kunjungan tersebut menjadi ajang bertukar pengalaman terkait pengembangan organisasi, peningkatan kompetensi wartawan, hingga penguatan kesejahteraan anggota.

 

Ketua PWI Malang Raya, Cahyono, menyampaikan bahwa PWI Malang Raya telah memiliki kantor sendiri sejak tahun 2012 dan terus mengembangkan sejumlah unit usaha untuk menopang operasional organisasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota.

Menurutnya, salah satu usaha yang dijalankan adalah koperasi jasa yang dalam waktu dekat akan mengelola dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Selain itu, PWI Malang Raya juga aktif menyelenggarakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

“UKW sudah berjalan hingga 12 kali dan dibuka secara nasional dengan peserta dari berbagai daerah seperti Kendari, Jakarta, hingga Bone. Total peserta mencapai 230 orang,” ujar Cahyono.

Ia menjelaskan, dari total 96 anggota PWI Malang Raya, sekitar 60 persen telah mengantongi sertifikat UKW.

 

Pelaksanaan UKW dilakukan dengan menggandeng pihak ketiga sehingga peserta dapat mengikuti secara gratis, sementara sebagian dana kerja sama dimanfaatkan untuk mendukung kas organisasi.

 

Cahyono mengungkapkan, keberhasilan PWI Malang Raya dalam mengembangkan organisasi tidak lepas dari keterbukaan manajemen, terutama dalam laporan keuangan kepada anggota.

 

“Keterbukaan pengelolaan organisasi menjadi kunci. Semua laporan keuangan disampaikan secara terbuka sehingga anggota merasa memiliki organisasi,” tegasnya.

 

Selain UKW, PWI Malang Raya juga memiliki Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) serta program jurnalis siaga bencana yang dilengkapi armada ambulans.

 

Program tersebut pernah terlibat dalam penanganan sejumlah bencana, termasuk erupsi Semeru.

 

“Dengan adanya usaha yang dikelola PWI Malang Raya, organisasi bisa memberikan kontribusi nyata bagi anggota,” katanya.

 

Cahyono juga mengundang anggota PWI Bojonegoro untuk mengikuti UKW yang dijadwalkan kembali digelar pada Juli 2026.

 

Dalam kesempatan itu, Cahyono mengungkapkan jumlah media di Kabupaten Malang mencapai 374 media. Jika digabung dengan Kota Malang dan Kota Batu, jumlahnya diperkirakan menembus 500 media.

 

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Malang telah menerapkan peraturan yang membatasi kerja sama hanya bagi media yang telah terverifikasi Dewan Pers.

 

Sementara itu, Ketua PWI Bojonegoro, Sasmito Anggoro, mengaku mendapatkan banyak pelajaran dari keberhasilan PWI Malang Raya dalam membangun organisasi yang mandiri dan solid.

 

“Kami mendapatkan sesuatu yang luar biasa di PWI Malang Raya. Keberhasilan ini berkat kerja keras pengurus yang patut diapresiasi,” ungkapnya.

 

Ia mengakui, hingga kini PWI Bojonegoro masih belum memiliki kantor sendiri. Namun, pihaknya tetap optimistis mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

 

“Kekompakan pengurus PWI Malang Raya akan kami serap. Tidak sekadar silaturahmi, kami juga mendapatkan ilmu yang akan diterapkan di Bojonegoro,” katanya.

 

Saat ini, jumlah anggota PWI Bojonegoro tercatat sebanyak 20 orang. Sasmito berharap wartawan tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan penyambutan dari PWI Malang Raya,” tandasnya. ( Eno).