Denpasar | Serulingmedia.com – Konsulat Jenderal Australia di Bali mendukung peningkatan kapasitas jurnalis melalui lokakarya bertema Transformasi Digital Berbasis AI yang diikuti praktisi media dari Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (8/5/2026).
Kegiatan yang dipandu dan diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Independen Denpasar itu dibuka secara resmi oleh Konsul Australia untuk Diplomasi Publik di Bali, Lachlan Norton, mewakili Konsul-Jenderal Australia di Bali, Jo Stevens.
Lokakarya sehari tersebut berfokus pada penguatan pemahaman jurnalis mengenai arsitektur dan kemampuan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) generatif terbaru, termasuk penerapan etika dalam penggunaannya di industri media.
Dalam sambutan pembukaan, Konsul Norton menegaskan bahwa media yang bebas dan dinamis memiliki peran penting dalam memperkuat demokrasi sekaligus menangkal penyebaran berita palsu dan hoaks.

“Sektor media yang bebas dan dinamis memperkuat demokrasi dan membantu melawan berita palsu dan hoaks. Sangat penting bagi mereka yang bekerja di media untuk memahami kemampuan alat AI dan bagaimana berinteraksi dengannya secara etis,” ujar Norton saat membacakan sambutan Konsul-Jenderal Australia.
Ia menambahkan, Australia mendukung pengembangan sektor media yang kuat, profesional, dan berkelanjutan di Indonesia maupun kawasan yang lebih luas.
Lokakarya tahun ini merupakan edisi ketiga setelah pelaksanaan serupa pada 2024 dan 2025 yang dinilai sukses menarik minat praktisi media di kawasan Bali dan Nusa Tenggara.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Ika Ningtyas, seorang reporter senior sekaligus anggota Dewan Penasihat dan Legislatif AJI Indonesia, serta A.A. Ngurah Bagus Kesuma Yudha, akademisi dan influencer media kreatif asal Bali.
Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai perkembangan teknologi AI generatif, strategi adaptasi media di era digital, hingga tantangan etika jurnalistik dalam penggunaan kecerdasan buatan di ruang redaksi. ( dev/Eno)