UIN Malang Bangun Fondasi Smart Campus, BSSN Turun Tangan Kawal Transformasi Digital dan Keamanan Siber

1521368_11zon

Malang | Serulingmedia.com -Transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi kini tidak lagi sekadar menghadirkan layanan berbasis teknologi.

 

Di tengah meningkatnya kebutuhan integrasi data dan ancaman keamanan siber yang semakin kompleks, kampus dituntut membangun ekosistem digital yang terencana, terhubung, dan aman.

 

Komitmen tersebut tengah diwujudkan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui pengembangan Enterprise Architecture (Arsitektur Perusahaan) sebagai fondasi transformasi digital jangka panjang.

 

Langkah ini mendapat perhatian dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang melakukan kunjungan kerja ke Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN Malang, Rabu (3/6/2026).

 

Kunjungan tersebut menjadi forum strategis untuk membahas pembangunan infrastruktur teknologi informasi kampus, khususnya penyusunan peta jalan transformasi digital yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Di banyak perguruan tinggi, sistem informasi berkembang secara parsial mengikuti kebutuhan masing-masing unit kerja.

 

Kondisi tersebut kerap menimbulkan aplikasi yang berjalan sendiri-sendiri, sulit terhubung satu sama lain, hingga berpotensi menyebabkan duplikasi data. Tantangan itulah yang berupaya diatasi UIN Malang melalui pengembangan Enterprise Architecture.

 

Ketua PTIPD UIN Malang bersama tim memaparkan sejumlah langkah yang telah ditempuh dalam penyusunan blueprint transformasi digital kampus.

 

Dalam proses tersebut, UIN Malang menggandeng Brainmatics, perusahaan konsultan yang berpengalaman dalam pengembangan Enterprise Architecture di berbagai institusi.

 

Perwakilan Brainmatics, Mulyana, menjelaskan bahwa Enterprise Architecture merupakan pendekatan strategis yang menghubungkan proses bisnis, data, aplikasi, dan infrastruktur teknologi ke dalam satu kerangka yang saling terintegrasi.

 

“Pengembangan Enterprise Architecture di UIN Malang ini bukan sekadar membangun sistem IT baru, melainkan menyelaraskan seluruh proses bisnis akademik dan non-akademik agar saling terintegrasi. Dengan blueprint yang matang, tidak ada lagi sistem yang berjalan sendiri-sendiri atau tumpang tindih sehingga pelayanan kampus menjadi jauh lebih efisien,” ujarnya.

 

Menurut Mulyana, keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh keselarasan antara kebutuhan organisasi, tata kelola yang baik, dan kesiapan sumber daya manusia.

Selain integrasi sistem, aspek keamanan siber menjadi perhatian utama dalam diskusi tersebut. Kehadiran BSSN dinilai penting karena lembaga tersebut memiliki mandat dalam menjaga keamanan ruang siber nasional.

 

Bagi perguruan tinggi yang semakin bergantung pada layanan digital, perlindungan terhadap data akademik, data mahasiswa, serta berbagai layanan daring menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.

 

Karena itu, pembangunan arsitektur teknologi harus berjalan beriringan dengan penerapan standar keamanan informasi yang kuat.

Pertemuan antara PTIPD UIN Malang dan BSSN juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam penguatan tata kelola keamanan siber di lingkungan kampus.

 

Langkah yang ditempuh UIN Malang menunjukkan bahwa konsep Smart Campus tidak hanya diwujudkan melalui hadirnya aplikasi dan layanan digital.

 

Lebih dari itu, Smart Campus membutuhkan fondasi sistem yang terintegrasi, tata kelola yang matang, serta keamanan siber yang mampu menjamin keandalan layanan pendidikan tinggi di era digital.

 

Melalui sinergi antara PTIPD, BSSN, dan Brainmatics, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berupaya membangun ekosistem digital yang modern, efisien, sekaligus tepercaya sebagai penopang layanan pendidikan tinggi di masa depan.( Eno).