Mujahadah Kubro 1 Abad NU, Malang Diselimuti Doa

987432_11zon

Malang | Serulingmedia.com — Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) menjadikan Kota Malang diselimuti doa. Menjelang pelaksanaan di Stadion Gajayana pada 7–8 Februari 2026, ratusan ribu jamaah dipastikan hadir dalam gelaran doa akbar yang menjadi puncak peringatan satu abad NU.

PCNU Kota Malang bersama seluruh badan otonom dan lembaga NU menggerakkan ribuan relawan untuk memastikan pelaksanaan Mujahadah Kubro berjalan tertib, aman, dan khidmat.

Hingga H-2 pelaksanaan, persiapan panitia telah memasuki tahap akhir.

Ketua Panitia Lokal Harlah 1 Abad NU PCNU Kota Malang, H. Edy Hayatullah, menyampaikan bahwa seluruh elemen NU bergerak serentak dalam semangat khidmah.

“Persiapan Mujahadah Kubro terus kami maksimalkan. Relawan bekerja siang dan malam. Ini kerja bersama seluruh elemen NU, bukan kerja satu-dua kelompok,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).

Ribuan relawan diterjunkan dari berbagai unsur, mulai LPBI NU, GP Ansor, Banser, PMII, IPNU, IPPNU, Pramuka Ma’arif NU, hingga para muhibbin NU.

Mereka bertugas di bidang pengamanan internal, layanan jamaah, konsumsi, kesehatan ringan, hingga kebersihan.
Untuk mendukung pelayanan, panitia menyiapkan 100 posko yang tersebar di titik-titik strategis Kota Malang.

Posko tersebut berfungsi sebagai pusat informasi, distribusi konsumsi, layanan kesehatan ringan, dan tempat singgah jamaah.

Dari sisi konsumsi, PC Muslimat NU Kota Malang memegang peran vital dengan mengoperasikan dapur umum Dinas Sosial Jawa Timur di dua titik utama.

Selain itu, anggota Muslimat NU juga digerakkan untuk berdonasi konsumsi bagi jamaah.

“Insyaallah ratusan ribu paket makanan dan minuman siap dibagikan kepada jamaah Mujahadah Kubro,” kata Gus Edy.

Ketua PCNU Kota Malang, Dr KH Israqunnajah, menegaskan bahwa kesiapan panitia telah melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dengan TNI, Polri, dan Pemerintah Kota Malang.

“Seluruh unsur bergerak dalam satu irama. Koordinasi pengamanan dan pelayanan jamaah sudah kami siapkan secara serius dan profesional,” tegasnya.

Ia menyebut Mujahadah Kubro kali ini memiliki keistimewaan tersendiri dengan konsep “serba 100”, mulai dari usia NU yang memasuki 100 tahun kalender Masehi, 100 tahun Stadion Gajayana, 100 posko relawan, hingga target kehadiran lebih dari 100 ribu jamaah.

Dukungan juga datang dari Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang yang menyiapkan 200 titik layanan air, terdiri dari suplai MCK, kran wudhu, dan anjungan air siap minum di dalam dan luar stadion.

Sementara itu, data panitia mencatat jumlah jamaah yang terdaftar hingga H-2 mencapai 104.541 orang. Sekretaris PWNU Jawa Timur, DR HM Faqih, menyebut jamaah berasal dari PCNU se-Jawa Timur dan Muslimat NU, dengan armada lebih dari 1.100 bus serta ribuan kendaraan pribadi.

Dengan kesiapan relawan, logistik, layanan dasar, dan dukungan lintas sektor, Mujahadah Kubro 1 Abad NU tidak hanya menjadi puncak peringatan satu abad NU, tetapi juga momentum kebersamaan dan kekuatan tradisi doa yang mengakar kuat di tengah masyarakat.(Har/Eno)