Komisi B DPRD Surabaya Soroti Kinerja BUMD: Pasar Mati Suri hingga Antrean Rusun Capai 13 Ribu Warga

490223_11zon (1)

Surabaya | Serulingmedia.com – Komisi B DPRD Kota Surabaya menggelar rapat koordinasi bersama jajaran pimpinan BUMD dan perwakilan OPD untuk membahas Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2026.

Rapat yang berlangsung Senin (20/10/2025) itu dipimpin langsung Ketua Komisi B, M. Faridz Afif, dan berlangsung dinamis dengan berbagai evaluasi tajam terhadap kinerja BUMD.

Dalam forum tersebut, Komisi B menyoroti kontribusi PDAM Surya Sembada, PD Pasar Surya, dan PT Yekape, baik dari sisi pelayanan publik maupun pemasukan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Anggota Komisi B, Baktiono, dengan tegas menyoroti persoalan keterbatasan hunian vertikal. Ia mengungkap masih terdapat sekitar 13 ribu warga yang mengantre program rumah susun (rusun).

“Itu belum termasuk yang tidak antre. Jadi harus ada pemerataan dan keseriusan, jangan hanya mengandalkan pihak tertentu tanpa melihat kebutuhan masyarakat luas,” ujarnya.

Anggota Komisi B lainnya, Budi Leksono, menekankan pentingnya optimalisasi aset pasar tradisional. Menurutnya, banyak area pasar yang memiliki potensi besar namun belum digarap maksimal.

“Kalau pasar dianggap pusat bisnis, maka pengelolaannya harus profesional. Aset yang mangkrak harus dimanfaatkan, dan kerja sama dengan pihak ketiga wajib dilakukan secara transparan,” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi B, Mochammad Machmud, turut menyoroti kondisi beberapa pasar di wilayah barat Surabaya yang disebutnya dalam kondisi “mati suri”.

“Ada pasar yang bahkan sudah ditutup seng, tapi statusnya tidak jelas. Ini perlu kepastian hukum agar bisa hidup kembali,” katanya.

Dari pihak BUMD, Direktur Utama PDAM Surya Sembada, Arief Wisnu Wicaksono, mengungkap pihaknya tengah fokus meningkatkan keandalan pasokan air di tengah kenaikan beban operasional.

“Peningkatan kapasitas kami arahkan pada keandalan suplai, bukan semata penambahan pelanggan,” jelasnya.

Ia memastikan proyek Instalasi Pengolahan Air (IPAL) 4 di Karangpilang telah mencapai 80 persen dan ditargetkan beroperasi November mendatang.

Direktur Utama PD Pasar Surya, Agus Priyo, mengakui beban SDM terus meningkat akibat penyesuaian UMK. Namun demikian, pihaknya tetap menyiapkan pasar yang nyaman bagi pedagang.

Ia juga mengungkap mulai adanya minat investor untuk kerja sama pengelolaan di beberapa pasar strategis seperti Blauran, Tunjungan, dan Rungkut.

Perwakilan PT Yekape, Catur, menyampaikan tengah membangun dua tower hunian di kawasan Wonosakti, Surabaya Timur, dengan harga Rp285–300 juta per unit.

“Segmen kami menengah ke atas, namun tetap berkoordinasi dengan Pemkot untuk kajian lanjutan di lahan potensial,” ujarnya.

Menutup rapat, Ketua Komisi B, M. Faridz Afif, menekankan pentingnya sinergi antara Pemkot dan BUMD agar pelayanan publik tetap stabil sekaligus meningkatkan PAD.

Ia merinci target laba bersih BUMD pada tahun 2026:

PDAM Surya Sembada: Rp238 miliar (dividen Rp131 miliar)

PT Yekape: Rp30 miliar (dividen Rp18 miliar)

PD Pasar Surya: Rp4 miliar (dividen Rp2 miliar)

“BUMD harus efisien dan berorientasi pada pelayanan masyarakat, bukan sekadar mengejar profit,” tegas Faridz.( Gus/Eno).