Gema Sholawat Guncang Kediri! Gubernur Khofifah Ajak Santri Menjadi Penjaga Peradaban Dunia dari Lirboyo

67480

Kediri | Serulingmedia.com – Malam penuh berkah menyelimuti Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, saat puluhan ribu santri dan jamaah larut dalam lantunan sholawat yang dipimpin langsung oleh Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf.

Gelaran Lirboyo Bersholawat dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional ini dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Senin (20/10/2025) malam.

Dalam suasana yang khusyuk dan sakral, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum refleksi untuk meneguhkan kembali peran, tanggung jawab, serta kontribusi santri terhadap bangsa, negara, dan agama.

“Tahun ini tema yang diangkat adalah Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia. Tema ini menjadi momentum meneguhkan peran para santri untuk mengawal Indonesia menuju peradaban dunia,” ujar Khofifah.

Ia menegaskan bahwa santri selalu hadir dalam setiap babak penting sejarah bangsa.

Menurutnya, santri memiliki kontribusi fundamental dalam merebut dan mempertahankan kedaulatan bangsa melalui ilmu, keikhlasan, dan keteguhan iman.

Secara khusus, ia menyanjung Ponpes Lirboyo sebagai salah satu pilar pendidikan bangsa yang telah mencetak generasi berjiwa Hubbul Wathan Minal Iman serta berperan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Kekuatan pesantren, ulama, santri, dan ekosistem Lirboyo dijaga dengan baik. Bahkan pengelolaan sampah diubah menjadi rupiah yang membawa berkah,” ungkapnya. Ia dengan penuh bangga menyerukan,

“Sampaikan pada dunia, dari Lirboyo lahir kekuatan menjaga lingkungan, ekonomi pesantren, dan ulama pembangun peradaban.”

Khofifah juga mengajak santri untuk berkiprah di berbagai lini: politik, pendidikan, ekonomi, hingga teknologi. Hal ini sejalan dengan filosofi JATIM BISA (Berdaya, Inklusif, Sinergis, Adaptif).

“Dengan semangat Jatim BISA, pesantren akan menjadi pusat inovasi yang melahirkan pemimpin berintegritas dan berakhlak mulia,” tuturnya.

Tak lupa, Gubernur mengajak seluruh jamaah mendoakan keselamatan bangsa, khususnya Jawa Timur, agar senantiasa dijauhkan dari bencana dan perpecahan.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menggugah semangat ribuan santri dengan pekikan lantang.

“Siap bela Lirboyo? Siap bela NU? Siap bela Islam? Siap bela Indonesia?” teriaknya. Pekikan ini dijawab serempak penuh semangat oleh lautan santri.

Ketua PWNU Jatim KH. Abdul Hakim Mahfudz pun berharap momen peringatan Hari Santri ke-10 ini menjadi ladang keberkahan. “Yang terpenting, kita saling menghargai dan tidak terpecah-belah,” pesannya.

Acara berlangsung meriah dan penuh kekhidmatan dengan kehadiran para tokoh besar seperti Pengasuh Ponpes Lirboyo KH. Abdullah Kaffabih Mahrus, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, jajaran Forkopimda serta ribuan Syekher Mania yang memenuhi lapangan pesantren.

Semangat santri berkobar dari Lirboyo—membawa pesan kuat: dari pesantren, lahir peradaban! (Agus/Eno).