Dr. Muhtar Hazawawi: Pegawai BLU Harus Jadi Teladan dalam Moderasi dan Etos Kerja
Malang I Serulingmedia.com — Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), Dr. H. Muhtar Hazawawi, M.Ag, memberikan pengarahan inspiratif kepada 301 pegawai Badan Layanan Umum (BLU) pada Senin (27/5/2025), dengan pesan utama: tetap bersyukur, tetap semangat.
Dr.Muhtar menekankan ,dii tengah tantangan dunia kerja yang dinamis dan penuh ketidakpastian, maka semangat baru harus disulut di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
“Setidaknya kita masih bisa bekerja, dan itu patut disyukuri,” tutur Dr. Muhtar membuka sambutannya dengan nada penuh ketulusan.
Dalam suasana yang akrab dan membangun, ia mengajak seluruh pegawai untuk tidak larut dalam kekhawatiran, melainkan bangkit dengan semangat kontribusi dan loyalitas.
Ia menegaskan bahwa posisi seluruh pegawai BLU saat ini masih dalam kondisi aman.
“Pimpinan terus berusaha semaksimal mungkin agar status pegawai non-ASN tetap terlindungi. Bapak Ibu tidak sendirian,” ujarnya menenangkan.
Menjelang pelaksanaan Tes Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan (SKTT) untuk formasi PPPK, Dr. Muhtar menekankan pentingnya pemahaman substansi tes moderasi beragama. Ia mengingatkan agar peserta tidak hanya belajar teknis, tetapi juga memaknai nilai keseimbangan dalam beragama.
“Jangan jadi ekstrem kiri atau kanan. Jangan merasa paling benar sendiri. Moderasi itu bukan melemahkan keyakinan, tapi memperkuat toleransi,” tegasnya, menunjukkan bagaimana ASN seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga keharmonisan sosial.
Menurutnya, ASN yang moderat adalah mereka yang mampu berdialog, menghargai keragaman, dan menyesuaikan diri dengan budaya lokal tanpa kehilangan identitas keagamaan.
“Agama mana pun tidak pernah mengajarkan kekerasan. Semua agama itu lembut, penuh kasih, dan menghormati sesama,” jelasnya.
Sebelum mengakhiri pengarahan, Dr. Muhtar menyampaikan tips menghadapi ujian SKTT dengan tenang. Ia mengingatkan agar para peserta tidak terlalu tegang menghadapi soal.
“Soalnya tidak rumit. Yang penting pahami dulu, baru jawab. Jangan terburu-buru,” pesannya.
Pengarahan ini menjadi oase semangat bagi pegawai BLU UIN Maliki Malang. Di tengah dinamika kebijakan kepegawaian, mereka kini membawa pulang bukan hanya informasi, tapi juga motivasi—bahwa dengan rasa syukur dan sikap seimbang, setiap tantangan dapat dihadapi dengan kepala tegak dan hati lapang. ( Eno )






