UIN Malang dan Pemkab Sumenep Teken MoU, Fokus Cetak SDM Unggul hingga Perkuat Layanan Kesehatan
Sumenep | Serulingmedia.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang berlangsung di Kantor Bupati Sumenep, Kamis (4/6/2026).
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Pelaksana Harian Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., bersama Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Joko Satrio.
Kesepakatan tersebut menjadi langkah awal penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, pengembangan riset, serta peningkatan layanan publik di Kabupaten Sumenep.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari penjajakan yang telah dilakukan sebelumnya melalui kunjungan Asisten I Bidang Pemerintahan dan jajaran Bagian Kerja Sama Pemkab Sumenep ke UIN Malang pada 7 Mei 2026.
Plh. Rektor UIN Malang, Basri, menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen semata.
Menurut dia, kolaborasi harus diwujudkan dalam program-program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami berharap kerja sama ini melahirkan berbagai aksi konkret, mulai dari penyediaan tempat magang dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), kolaborasi penelitian, hingga peningkatan kapasitas aparatur pemerintah melalui program pascasarjana S2 dan S3,” ujar Basri.
Ia juga memperkenalkan sejumlah pengembangan yang tengah dilakukan UIN Malang, termasuk pembangunan Kampus III dan penguatan sistem pendidikan berbasis ma’had yang menjadi ciri khas kampus tersebut.
Selain itu, UIN Malang menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan pesantren di Kabupaten Sumenep melalui program pengabdian kepada masyarakat dan pendampingan pendidikan.
Sementara itu, Pemkab Sumenep menyambut positif kerja sama tersebut. Joko Satrio menilai UIN Malang merupakan mitra strategis yang memiliki kesamaan karakter dengan masyarakat Sumenep yang dikenal kuat dengan tradisi keislaman dan pesantren.
“UIN Malang memiliki keunggulan karena mampu mengintegrasikan pendidikan tinggi dengan tradisi pesantren. Karakter ini sangat relevan dengan kondisi sosial masyarakat Sumenep,” kata Joko.
Dalam pertemuan tersebut, sektor kesehatan menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Pemkab Sumenep berharap kerja sama dapat diperluas melalui skema kemitraan pendidikan kedokteran guna memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di daerah.
Sekretaris Bappeda Sumenep, Alqaf, menambahkan bahwa sinergi dengan perguruan tinggi diperlukan untuk mengoptimalkan berbagai potensi daerah.
Menurut dia, Sumenep memiliki tantangan sekaligus peluang besar sebagai kabupaten kepulauan dengan 119 pulau, bandar udara, serta sejumlah proyek infrastruktur strategis yang terus berkembang.
Sebagai tindak lanjut, Bupati Sumenep menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah terkait untuk segera menyusun program kerja bersama dengan unit-unit di lingkungan UIN Malang.
Beberapa agenda prioritas yang akan dikembangkan meliputi penguatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan, penempatan mahasiswa koas di RSUD Moh. Anwar Sumenep, pemberian beasiswa melalui Dinas Sosial, serta pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kemitraan ini, kedua pihak berharap kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dapat menjadi motor penggerak pembangunan berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan kebutuhan riil masyarakat.( Eno).






