Sekda Bukan Sekadar Administrator, Sosok Penghubung Masa Depan Kota Batu
Batu | Serulingmedia.com – Mengerucutnya tiga nama calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu memasuki tahap akhir seleksi memunculkan berbagai pandangan dari kalangan akademisi.
Salah satunya datang dari sosiolog agama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Nurbani Yusuf, yang menilai jabatan Sekda membutuhkan figur dengan rekam jejak kuat, integritas tinggi, serta kemampuan membangun harmoni antarlembaga pemerintahan.
Kepada Serulingmedia.com, Sabtu (6/6/2026), Nurbani mengatakan bahwa proses penentuan Sekda tidak cukup hanya berlandaskan kemampuan administratif dan pengalaman birokrasi semata.
Faktor track record, profesionalitas, dan integritas menjadi pertimbangan utama karena Sekda merupakan posisi strategis yang menentukan arah jalannya pemerintahan daerah.
“Rekam jejak menjadi modal penting. Profesionalitas dan integritas adalah keutamaan yang harus dimiliki seorang Sekda,” ujarnya.
Menurut dia, Sekda memiliki peran yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar pemimpin birokrasi.
Dalam struktur pemerintahan daerah, Sekda berfungsi sebagai “dirigen” yang mengorkestrasi seluruh perangkat daerah agar bergerak selaras dengan visi dan misi kepala daerah.
Ia menggambarkan Sekda sebagai figur yang mampu memediasi, mengakomodasi, sekaligus memfasilitasi berbagai kepentingan, baik dari unsur eksekutif, legislatif, maupun lembaga penegak hukum. Karena itu, jabatan tersebut menuntut kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan manajerial yang kuat.
“Sekda adalah penggerak, konseptor, sekaligus kreator dalam melakukan inovasi dan dinamisasi pemerintahan,” kata Nurbani.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seorang Sekda tidak boleh terjebak menjadi birokrat yang hanya bekerja di balik meja.
Sebaliknya, Sekda harus menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai kepentingan demi terwujudnya pelayanan publik yang lebih efektif.
Dalam perspektif pembangunan daerah, keberadaan Sekda dinilai sangat menentukan keberhasilan program-program pemerintah. Dari tangan seorang Sekda, birokrasi dapat digerakkan secara lebih responsif, transparan, dan berpihak kepada kebutuhan masyarakat.
Nurbani menilai, dua pilar utama yang harus menjadi pegangan seorang Sekda adalah pemerintahan yang bersih dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat.
Melalui fungsi koordinasinya, Sekda juga berperan mengarahkan kebijakan anggaran agar lebih populis, transparan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Batu.
Di sisi lain, hubungan yang harmonis antara Sekda dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan.
Sinergi tersebut diperlukan agar kebijakan yang dihasilkan tetap berjalan proporsional, adil, dan sesuai kebutuhan pembangunan daerah.
“Tugas Sekda adalah bekerja bersama wali kota dan wakil wali kota untuk membangun harmoni serta keseimbangan pemerintahan yang adil dan proporsional,” ujarnya.
Terkait tiga kandidat yang kini masuk tahap akhir seleksi, Nurbani menilai masing-masing memiliki kapasitas dan pengalaman yang layak diperhitungkan.
kandidat telah melewati berbagai tahapan uji kompetensi yang menjadi indikator kemampuan kepemimpinan birokrasi.
“Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun saya meyakini ketiga kandidat yang ada telah memenuhi syarat dan memiliki kapasitas untuk memimpin birokrasi Kota Batu,” katanya.
Karena itu, masyarakat kini menaruh harapan besar agar proses seleksi menghasilkan sosok Sekda yang benar-benar mampu menjawab tantangan pembangunan daerah di masa mendatang.
“Yang dibutuhkan Kota Batu adalah Sekda impian, figur yang mampu menjadi penghubung, penggerak perubahan, sekaligus penjaga profesionalisme birokrasi demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” tutur Nurbani. ( Eno).






