2.346 Mahasiswa Baru Masuk Gerbang UNIMERZ, Transisi dari Siswa ke Penentu Masa Depan
Makassar | Serulingmedia.com —Sebanyak 2.346 mahasiswa baru memasuki babak baru pendidikan di Universitas Megarezky (UNIMERZ).
Mereka tidak lagi hanya mengikuti arahan guru dan orang tua, tetapi mulai dituntut menentukan pilihan akademik, mengelola tanggung jawab, dan membangun masa depan sendiri.
Fase tersebut ditandai dengan pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Angkatan 2026 Tahun Akademik 2026/2027 di Ballroom Megarezky, Makassar, Senin (31/8/2026).
UNIMERZ mengangkat tema “Transisi Berbagai Sisi” untuk menggambarkan perubahan mahasiswa baru ketika meninggalkan pola pendidikan sekolah dan memasuki kehidupan perguruan tinggi.
Rangkaian PKKMB berlangsung enam hari, mulai 31 Agustus hingga 5 September 2026. Kegiatan meliputi PKKMB tingkat universitas, penerimaan mahasiswa baru di fakultas dan program studi, UNIMERZ Eco Green, serta Unimerz Festival.
Dari Ribuan Pendaftar
Angka penerimaan mahasiswa baru tahun ini menunjukkan tingginya minat terhadap UNIMERZ. Panitia mencatat 8.820 pendaftar mengikuti seleksi administrasi.
Sebanyak 4.722 calon mahasiswa kemudian dinyatakan lulus seleksi berkas dan mengikuti tahapan seleksi berikutnya secara daring maupun luring.
Setelah seluruh proses penerimaan, tercatat 2.346 mahasiswa telah memiliki Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dan mengikuti PKKMB.
Fakultas Farmasi menjadi penyumbang mahasiswa baru terbanyak dengan 673 mahasiswa. Berikutnya FKK 570 mahasiswa, Fatelkes 411 mahasiswa, FKIP 261 mahasiswa, Pascasarjana 178 mahasiswa, Fakultas Kedokteran 136 mahasiswa, STIE MM 43 mahasiswa, FEBD 39 mahasiswa, Fikom 37 mahasiswa, dan Fakultas Hukum 28 mahasiswa.
Rektor: Besarnya Jumlah Bukan Akhir
Rektor UNIMERZ Prof. Dr. H. Anwar Ramli, SE., M.Si., menyatakan pertumbuhan jumlah mahasiswa harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab institusi menjaga kualitas pendidikan.
Ia menyambut mahasiswa baru sebagai anggota keluarga besar UNIMERZ.
“Selamat datang dan selamat bergabung di Universitas Megarezky. Hari ini kalian bukan lagi sekadar calon mahasiswa, tetapi telah menjadi bagian dari keluarga besar UNIMERZ,” ujar Prof. Anwar.
Ia meminta mahasiswa menjadikan kampus bukan sekadar tempat memperoleh ijazah.
“Jadikan kampus ini sebagai rumah untuk belajar, bertumbuh, berkarya, dan mempersiapkan masa depan,” katanya.
Prof. Anwar menyebut UNIMERZ kini berada pada urutan keempat sebagai perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa terbanyak.
“Capaian ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi kita semua untuk terus menjaga kualitas pendidikan dan memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa,” tegasnya.
Yayasan: Kebebasan Harus Dibayar Tanggung Jawab
Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Mega Rezky Makassar, Adv. Moch. Noer Alim Qalby, SH., LLM., menempatkan masa transisi sebagai persoalan yang lebih besar daripada sekadar pergantian status.
Menurutnya, kehidupan mahasiswa menuntut perubahan cara berpikir dan bertindak.
“Hari ini kalian tidak lagi berada pada posisi sebagai siswa, tetapi sudah menjadi mahasiswa. Transisi ini bukan sekadar perubahan sebutan, melainkan perubahan cara berpikir dan cara bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia mengingatkan mahasiswa bahwa kebebasan menentukan pilihan di perguruan tinggi selalu memiliki konsekuensi.
“Kalau dulu banyak hal masih diarahkan oleh guru dan orang tua, di perguruan tinggi kalian dituntut untuk lebih mandiri dalam menentukan pilihan dan bertanggung jawab atas keputusan yang kalian ambil,” katanya.
Karena itu, ia meminta mahasiswa menjadikan lingkungan kampus sebagai ruang pembentukan karakter.
“Jangan melihat transisi ini sebagai sesuatu yang harus ditakuti. Jadikan ini sebagai kesempatan untuk tumbuh,” ujarnya.
PKKMB Tak Berhenti di Ruang Orientasi
Ketua Panitia PKKMB UNIMERZ 2026 Dr. Ph. Eka Sari Ridwan, SKM., M.Kes., mengatakan tema “Transisi Berbagai Sisi” merepresentasikan perubahan yang akan dialami mahasiswa baru selama memasuki kehidupan perguruan tinggi.
Rangkaian kegiatan dirancang tidak hanya memperkenalkan struktur dan lingkungan kampus, tetapi juga memberikan ruang pengembangan diri dan kreativitas.
Pada 1 September 2026, mahasiswa baru dijadwalkan mengikuti pembekalan dari Prof. Andi Dian Permana, S.Si., M.Si., Ph.D., Apt., melalui materi “Wellness, Produktivitas, Prestasi, serta Pengembangan Diri.”
Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya membekali mahasiswa agar mampu menjaga keseimbangan diri sekaligus meningkatkan produktivitas dan prestasi.
Pada 4 September, mahasiswa mengikuti UNIMERZ Eco Green. Sebanyak 62 kelompok mahasiswa baru akan menampilkan karya daur ulang melalui expo.
Rangkaian PKKMB ditutup dengan Unimerz Festival pada 5 September 2026.
Festival tersebut menjadi ruang ekspresi sekaligus penutup perjalanan orientasi mahasiswa baru.
Namun, di balik seluruh rangkaian kegiatan tersebut, pesan utama PKKMB UNIMERZ 2026 tetap sederhana: menjadi mahasiswa berarti mulai mengambil kendali atas pilihan sendiri.
Dari bangku sekolah menuju perguruan tinggi, perubahan status hanyalah permulaan.
Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana 2.346 mahasiswa baru itu mengubah kesempatan menjadi kompetensi, kompetensi menjadi prestasi, dan prestasi menjadi bekal untuk menghadapi masa depan.(Yahya Patta/ Buang Supeno).






