88 Persen Kepala SD Negeri-Swasta se-Kota Batu Dukung Skillspot Jadi Pilot Project Jawa Timur
Batu | Serulingmedia.com — Sebanyak 88 persen kepala sekolah SD negeri dan swasta se-Kota Batu menyatakan dukungan terhadap penerapan aplikasi Skillspot sebagai bagian dari transformasi digital pendidikan. Kota Batu ditetapkan sebagai pilot project Skillspot di Jawa Timur.
Sosialisasi aplikasi tersebut digelar di Aula Gedung UPT Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Batu, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan diikuti para kepala sekolah SD negeri dan swasta se-Kota Batu.
Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan Kota Batu, Lendy Herdipuma, yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, mengatakan penerapan teknologi dalam pendidikan harus tetap memperhatikan kompetensi guru, kualitas pembelajaran serta keamanan data.

Menurut Lendy, kemudahan yang diberikan melalui aplikasi digital perlu diikuti dengan penguatan kompetensi tenaga pendidik.
Ia juga menyoroti aspek pengelolaan data yang digunakan dalam sistem karena berkaitan dengan hak kekayaan intelektual (HAKI).
Sementara itu, Faris dari Tim Skillspot menjelaskan, Skillspot bukan hanya aplikasi pembelajaran, melainkan sebuah ekosistem yang menghubungkan siswa, guru, orang tua dan sekolah.
“Skillspot adalah sebuah ekosistem yang diciptakan dalam proses pembelajaran,” kata Faris saat memaparkan program tersebut.
Ia menjelaskan, Skillspot dikembangkan untuk menjawab sejumlah persoalan pendidikan, antara lain kesenjangan kualitas layanan, tingginya beban administrasi guru dan kebutuhan terhadap data pendidikan yang riil.
Dalam hal administrasi, guru tidak perlu lagi mengerjakan berbagai proses secara manual. Guru cukup memasukkan jadwal pembelajaran, kemudian sistem membantu menyiapkan administrasi seperti program tahunan, program semester, modul ajar hingga jurnal pembelajaran secara real-time.
Teknologi Optical Character Recognition (OCR) juga disiapkan untuk memudahkan pengisian jadwal.
Guru cukup memotret jadwal pelajaran yang sudah tersedia, kemudian sistem akan membaca dan memasukkan jadwal tersebut secara otomatis.
“Guru tinggal foto jadwal yang sudah ditulis. Setelah difoto, otomatis jadwal akan terisi,” ujarnya.

Skillspot juga menghadirkan aplikasi komunikasi pendidikan bernama Sobat. Melalui fitur tersebut, komunikasi antara guru, siswa dan orang tua dapat dilakukan dalam satu ekosistem pendidikan.
Salah satu konsep yang ditawarkan adalah membuat siswa lebih siap mengikuti pembelajaran di sekolah. Materi yang akan dipelajari keesokan harinya dapat dikirimkan kepada siswa dan orang tua lebih awal.
Siswa kemudian dapat mempelajari materi, mengerjakan latihan soal dan mengikuti permainan edukatif sebelum pembelajaran berlangsung di kelas.
Orang tua juga dapat memantau aktivitas belajar anak, sedangkan guru dapat melihat perkembangan pembelajaran siswa.
“Harapannya ada sinergi antara rumah dan sekolah, sehingga ketika besok di sekolah, anak-anak tidak lagi menjadi gelas yang kosong, tetapi menjadi gelas yang siap diisi,” jelas Faris.
Sistem tersebut juga memungkinkan siswa mengerjakan latihan hingga tiga kali. Setiap percobaan dilengkapi jawaban dan pembahasan sehingga siswa memiliki kesempatan memperbaiki hasil belajarnya.
Selain pembelajaran, Skillspot dirancang mendukung aspek keamanan siswa. Salah satunya melalui sistem barcode untuk memastikan identitas pihak yang menjemput siswa di sekolah.
Dengan sistem tersebut, petugas sekolah dapat melakukan verifikasi sebelum siswa diserahkan kepada penjemput. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat perlindungan anak sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang ramah dan aman.
Faris menambahkan, materi pembelajaran dalam Skillspot telah disesuaikan dengan buku terbaru pada Sistem Informasi Perbukuan (SIB), termasuk perubahan materi antarkelas dalam kurikulum yang berlaku.
Sejumlah program sekolah juga berpeluang diintegrasikan dalam aplikasi, termasuk pemantauan kesehatan siswa melalui UKS dan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
“Harapannya cukup satu aplikasi untuk semuanya,” katanya.
Faris menegaskan, Kota Batu menjadi lokasi penting dalam pengembangan Skillspot karena merupakan project pioneer atau proyek percontohan pertama bagi pihaknya di Jawa Timur.
“Kami berharap ada masukan dari Bapak/Ibu. Kalau ada yang ingin ditambahkan, kami akan wujudkan sehingga mudah diaplikasikan,” ujarnya.
Terkait pembiayaan, Faris mengatakan penerapan aplikasi tersebut masih dikoordinasikan bersama Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kota Batu. Sejumlah sekolah sebelumnya disebut telah mengusulkan penerapan secara mandiri, namun kebijakan tersebut masih menunggu arahan pemerintah daerah.
Penerapan Skillspot di Kota Batu diharapkan tidak hanya mempercepat digitalisasi pembelajaran, tetapi juga mengurangi beban administratif guru, memperkuat keterlibatan orang tua serta mendorong siswa lebih siap mengikuti proses belajar di sekolah.
Dengan dukungan 88 persen kepala SD negeri dan swasta, Kota Batu kini menjadi salah satu daerah yang diproyeksikan sebagai ruang uji penerapan ekosistem pendidikan digital yang lebih terintegrasi di Jawa Timur. ( Eno).






