Darurat Gunung Butak! 185 Pendaki Dievakuasi, Api Berpotensi Masuk Kota Batu
Batu | Serulingmedia.com – Kebakaran hutan kembali melanda kawasan Gunung Butak, Selasa (1/9/2026) siang. Api dilaporkan membakar kawasan hutan di Petak 100, Pos 3 Gunung Butak, wilayah Pujon, Kabupaten Malang.
Kondisi tersebut memicu langkah cepat tim gabungan. Sebanyak 185 pendaki dievakuasi melalui Pos Pendakian Panderman Kota Batu untuk mengantisipasi dampak kebakaran yang berpotensi meluas.
Kalakda BPBD Kota Batu, Suwoko, membenarkan adanya kebakaran tersebut. Informasi pertama kali diterima Pusdalops BPBD Kota Batu dari Paguyuban Ojek Pendakian Gunung Panderman-Butak sekitar pukul 12.46 WIB.
“Benar, berdasarkan informasi yang kami terima dari Paguyuban Ojek Pendakian Gunung Panderman-Butak, telah terjadi kebakaran hutan di Petak 100 Pos 3 Gunung Butak,” ujar Suwoko.
Menindaklanjuti laporan itu, BPBD Kota Batu langsung berkoordinasi dengan Perhutani, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat. Tim gabungan kemudian bergerak melakukan pengecekan, asesmen, pemadaman awal, serta evakuasi pendaki.
Menurut Suwoko, medan menuju titik kebakaran menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan. Akses yang terjal membuat mobilisasi personel dan logistik tidak mudah.
“Kami sudah menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan dan pemadaman awal. Namun akses ke lokasi cukup menantang sehingga perlu dukungan logistik dan personel tambahan,” jelasnya.
Suwoko menjelaskan, titik api hingga kini masih berada di wilayah Pujon, Kabupaten Malang. Namun, arah angin menjadi perhatian serius karena terdapat potensi pergerakan api menuju wilayah Kota Batu.
“Arah angin menuju utara, apabila update perkembangan mengarah timur laut, terdapat potensi masuk wilayah Kota Batu tepatnya Desa Oro-Oro Ombo,” paparnya.
Potensi tersebut membuat proses evakuasi menjadi prioritas. Tim gabungan melakukan penyisiran dan evakuasi terhadap pendaki yang masih berada di jalur.
“Informasi dihimpun saat ini sebanyak 185 pendaki dilakukan evakuasi oleh tim gabungan Pos Pendakian Panderman Kota Batu,” ungkap Suwoko.
Risiko kebakaran meluas juga diperbesar kondisi vegetasi di kawasan pegunungan. Semak dan ilalang yang mengering mudah terbakar, sementara cuaca panas serta hembusan angin dapat mempercepat penjalaran api.
Hingga Selasa siang, penyebab kebakaran belum diketahui. Petugas masih melakukan penyelidikan sembari memprioritaskan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah munculnya titik api baru.
Sebagai langkah pencegahan, jalur pendakian Gunung Butak, Gunung Panderman, dan Bokong ditutup sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan.
BPBD Kota Batu mengimbau masyarakat maupun pendaki untuk tidak melakukan aktivitas di kawasan Gunung Butak, khususnya jalur menuju Pos 3, sampai situasi dinyatakan aman dan kondusif.
Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan serta tidak menyalakan api unggun di kawasan hutan.
“Saat musim kemarau, satu percikan kecil saja bisa menyebabkan kebakaran besar. Kami mohon kerja sama semua pihak untuk menjaga hutan kita,” tegas Suwoko.
BPBD bersama unsur gabungan memastikan pemantauan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi perubahan arah api. Petugas juga terus memperbarui informasi mengenai kondisi lapangan, luas kawasan terdampak, serta potensi kerugian.
“Pemutakhiran informasi selanjutnya akan kami sampaikan secara berkala,” pungkasnya. ( Eno)






