Revitalisasi GOR Ganesha Disiapkan, Pemkot Batu Bidik Pusat UMKM dan Destinasi Ekonomi Baru

IMG_20260720_081314

Batu | Serulingmedia.com – Pemerintah Kota Batu mulai mematangkan rencana revitalisasi GOR Ganesha menjadi Mall UMKM.

 

Proyek yang masuk dalam agenda pengembangan kawasan strategis sekitar Alun-Alun Batu itu diproyeksikan menjadi pusat perdagangan produk lokal sekaligus ikon baru ekonomi kerakyatan.

 

Selama ini, kawasan Alun-Alun Batu menjadi magnet wisata yang dipadati pengunjung setiap akhir pekan maupun musim liburan.

 

Namun, aktivitas UMKM di sekitarnya dinilai belum tertata optimal sehingga belum mampu memberikan nilai ekonomi maksimal, baik bagi pelaku usaha maupun bagi pemerintah daerah melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

Kepala Bappelitbangda Kota Batu, Bangun Yulianto, mengatakan revitalisasi GOR Ganesha merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan aset milik pemerintah yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Pembangunan Mall UMKM direncanakan untuk mengoptimalkan aset pemerintah di kawasan sekitar Alun-Alun. Harapannya, kawasan ini lebih tertata, aktivitas UMKM lebih terpusat, dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi terhadap PAD,” ujar Bangun.

 

Menurutnya, GOR Ganesha akan dikembangkan menjadi ruang usaha yang modern tanpa meninggalkan karakter ekonomi rakyat. Produk-produk unggulan Kota Batu, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga hasil olahan pertanian, akan memiliki ruang promosi yang lebih representatif.

 

“Kawasan Alun-Alun merupakan pusat keramaian. Kalau ditata dengan baik, bukan hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga menjadi destinasi wisata ekonomi rakyat yang mampu menarik wisatawan untuk berbelanja produk lokal,” tambahnya.

 

Bangun menjelaskan, revitalisasi ini juga akan mengubah kawasan GOR Ganesha menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif baru yang terintegrasi dengan kawasan wisata di pusat kota.

 

Dengan konsep tersebut, pemerintah berharap terjadi peningkatan transaksi UMKM sekaligus memperkuat citra Kota Batu sebagai kota wisata berbasis ekonomi kreatif.

 

Meski demikian, proyek ini membutuhkan anggaran yang sangat besar, diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah. Karena itu, Pemkot Batu tidak hanya mengandalkan APBD, melainkan membuka peluang kerja sama dengan investor melalui skema pengelolaan barang milik daerah.

 

“Salah satu alternatifnya menggunakan pola Bangun Guna Serah atau Build-Operate-Transfer (BOT). Investor membangun dan mengelola dalam jangka waktu tertentu, kemudian asetnya kembali menjadi milik pemerintah,” jelas Bangun.

 

Revitalisasi GOR Ganesha menjadi salah satu proyek strategis yang diharapkan mampu mengubah wajah pusat Kota Batu. Namun, masyarakat berharap proyek ini tidak berhenti pada tahap perencanaan.

 

Kepastian realisasi, transparansi pemilihan investor, serta keberpihakan kepada pelaku UMKM lokal menjadi kunci agar GOR Ganesha benar-benar menjelma sebagai pusat ekonomi rakyat, bukan sekadar bangunan baru di tengah kota.( Eno).