Wamenkes RI dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P., FISR Dorong Pembangunan Maliki International Hospital di UIN Malang

1461469_11zon

Batu | Serulingmedia.com – Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benyamin Paulus Octavianus melakukan kunjungan kerja ke Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kampus 3, Jumat (22/5/2026), dengan membawa jajaran pejabat Eselon I Kementerian Kesehatan RI.

 

Dalam kunjungan tersebut, Wamenkes didampingi Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dr. Yuli Farianti beserta sejumlah direktur di lingkungan Kementerian Kesehatan.

 

Kedatangan rombongan disambut jajaran pimpinan kampus dan civitas akademika UIN Malang.

Selain melakukan senam bersama, rombongan juga meninjau langsung lokasi rencana pembangunan Maliki International Hospital di kawasan Kampus 3 yang memiliki luas mencapai 124 hektar.

 

Dalam sambutannya, dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P., FISR mengaku terkejut melihat perkembangan pesat Kampus 3 UIN Malang. Pria asli Kota Batu itu menyebut dirinya tidak menyangka kampus tersebut berkembang dengan fasilitas megah dan modern.

“Saya orang Batu, tapi terus terang saya shock melihat kampus ini. Saya tidak menyangka UIN sekarang sebagus ini,” ujar Wamenkes di hadapan civitas akademika.

 

Ia juga memberikan apresiasi tinggi terhadap Fakultas Kedokteran UIN Malang yang dinilai memiliki capaian akademik luar biasa.

 

Menurutnya, Fakultas Kedokteran tersebut telah meluluskan dua angkatan dokter dengan tingkat kelulusan UKMPPD mencapai 100 persen.

 

“Mereka sudah meluluskan dua angkatan dan seluruh 163 mahasiswa lulus UKMPPD 100 persen. Ini prestasi yang luar biasa,” katanya.

 

Melihat potensi besar tersebut, Wamenkes menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan rumah sakit pendidikan di lingkungan UIN Malang.

 

Bahkan, ia mengusulkan agar rumah sakit tersebut memiliki layanan unggulan spesialis geriatrik dan rehabilitasi.

 

“Saya sudah sampaikan kepada Menteri Agama agar UIN ini dibantu pembangunan rumah sakit. Kalau bisa rumah sakitnya fokus pada layanan geriatrik lansia, rehabilitasi ortopedi, dan penyakit infeksi paru-paru. Lokasinya sangat mendukung,” tegasnya.

 

Menurutnya, keberadaan rumah sakit pendidikan akan memperkuat pengembangan Fakultas Kedokteran sekaligus mendukung pelayanan kesehatan masyarakat secara lebih luas.

Wamenkes juga menyebut kunjungannya bersama jajaran Kementerian Kesehatan bertujuan memastikan kesiapan lokasi pembangunan rumah sakit tersebut sebelum dibahas lebih lanjut bersama pemerintah pusat, termasuk Kementerian Agama dan Bappenas.

 

“Ada Ibu Dirjen dan seluruh direktur yang hadir, sehingga data pendukungnya makin lengkap untuk percepatan pembangunan rumah sakit ini,” ujarnya.

 

Sementara itu, Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dr. Yuli Farianti, M.Epid., mendorong agar rumah sakit yang direncanakan dapat menjadi rumah sakit pendidikan sekaligus membuka peluang pengembangan pendidikan dokter spesialis melalui kerja sama dengan Kementerian Kesehatan.

“Barangkali nanti bisa menjadi rumah sakit pendidikan untuk Fakultas Kedokteran. Kemudian bisa membuka program spesialis dengan kerja sama bersama kami,” kata dr. Yuli Farianti, M.Epid.

 

Ia juga membuka peluang kerja sama dalam bentuk nota kesepahaman (MoU), pelatihan, serta pengembangan sumber daya manusia kesehatan di lingkungan UIN Malang.

 

Dalam kesempatan tersebut, Wamenkes turut memperkenalkan sejumlah pejabat strategis Kementerian Kesehatan kepada jajaran pimpinan UIN Malang, mulai dari bidang penyediaan SDM kesehatan, pendayagunaan tenaga medis, hingga pengurusan STR dan pengembangan pendidikan fellowship dokter spesialis.

 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor I UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., menyampaikan rasa bangga atas kunjungan Wamenkes beserta jajaran pejabat tinggi Kementerian Kesehatan ke Kampus 3 UIN Malang.

Menurutnya, civitas akademika tidak pernah menyangka sosok sekelas Wakil Menteri Kesehatan bersama Dirjen dan para direktur Kementerian Kesehatan hadir langsung di Kampus 3 UIN Malang.

 

“Civitas akademika tidak pernah menyangka sosok sekelas Pak Wamen bersama Ibu Dirjen dan seluruh direktur hadir langsung di kampus ini,” ujarnya.

 

Basri menjelaskan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki tiga kampus utama. Kampus pertama berada di Jalan Gajayana, Kampus 2 berfokus pada pascasarjana di wilayah Junrejo, sementara Kampus 3 menjadi pusat pengembangan utama dengan luas mencapai sekitar 120 hingga 124 hektar.

 

Di Kampus 3 tersebut saat ini berdiri Fakultas Kedokteran, Fakultas Farmasi, Fakultas Psikologi, Fakultas Humaniora, hingga Fakultas Teknik.

Ia juga menegaskan salah satu ciri khas UIN Malang yang membedakannya dengan perguruan tinggi lain, yakni seluruh mahasiswa baru diwajibkan tinggal di asrama selama satu tahun.

 

“Semua mahasiswa semester awal wajib tinggal di dormitory. Tidak hanya untuk tempat tinggal, tetapi juga bagian dari penggemblengan spiritual, akhlak, kebangsaan, dan pembentukan karakter,” jelasnya.

 

Basri berharap kunjungan Wamenkes menjadi langkah awal percepatan pembangunan rumah sakit pendidikan di UIN Malang.

 

“Mudah-mudahan Pak Wamen berkenan datang kembali ke sini setelah rumah sakit nanti berdiri,” katanya.

 

Kegiatan kunjungan kerja ditutup dengan peninjauan langsung lokasi rencana pembangunan Maliki International Hospital yang diproyeksikan menjadi rumah sakit pendidikan bertaraf internasional sekaligus penguatan layanan kesehatan dan pendidikan kedokteran di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.( Eno)