Kolaborasi Raksasa di Jantung IKN: UIN Maliki dan Tiga PTN Teken MoU Strategis, Siapkan SDM dan Teknologi Masa Depan Nusantara

IKN.jpeg1_11zon

Penajam Paser Utara, Serulingmedia.com — Langkah besar menuju pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali ditegaskan melalui penandatanganan kerja sama strategis antara empat perguruan tinggi negeri dan Otorita Ibu Kota Nusantara (Otorita Ibu Kota Nusantara),  di Auditorium Gedung Otorita IKN.Selasa (9/6/2026).

Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang (Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang) bersama Universitas Padjadjaran, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Lambung Mangkurat resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang menandai babak baru kolaborasi akademik dalam pembangunan pusat pemerintahan masa depan Indonesia.

Penandatanganan dilakukan oleh Prof. Dr. M. Abdul Hamid, MA., Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, bersama Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, S.T., M.B.A.

Kolaborasi ini tidak sekadar simbolis. Ruang lingkup kerja sama mencakup penguatan Tridharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat—serta pengembangan sumber daya manusia dan program strategis yang langsung menyentuh kebutuhan pembangunan IKN.

Dalam arah kebijakan yang disampaikan, Otorita IKN menegaskan bahwa pembangunan kini telah memasuki tahap kedua, yang mencakup pembangunan gedung legislatif dan yudikatif dengan target penyelesaian pada 2028. Tahapan ini menjadi fase krusial dalam membentuk wajah pemerintahan baru Indonesia di Nusantara.

Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menekankan pentingnya kontribusi nyata perguruan tinggi, terutama dalam penguatan riset, teknologi, dan keterlibatan masyarakat.

Sejumlah fokus kerja sama yang disorot antara lain program magang mahasiswa teknik, riset pemetaan sosial masyarakat, pengembangan konsep keberlanjutan lingkungan, serta penguatan teknologi smart city. Dengan luas wilayah mencapai 252.000 hektare dan 60 persen di antaranya ditetapkan sebagai kawasan hijau, IKN menuntut pendekatan pembangunan berbasis keberlanjutan dan ilmu pengetahuan.

“Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada MoU, tetapi segera ditindaklanjuti secara teknis agar memberikan dampak nyata bagi IKN dan perguruan tinggi,” tegas Bimo.

Dari pihak kampus, Prof. Abdul Hamid menilai kerja sama ini sebagai momentum strategis, khususnya bagi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang baru mengembangkan fakultas teknik. IKN, menurutnya, menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa dan dosen dalam mengembangkan kompetensi, riset, serta pengabdian masyarakat.

“Dalam waktu dekat kami akan mengirimkan mahasiswa, terutama dari program studi teknik, untuk magang di IKN. Dosen juga akan terlibat dalam riset dan penguatan kapasitas ASN di IKN,” ujarnya.

Kesepakatan ini menjadi penanda semakin eratnya hubungan antara dunia akademik dan pembangunan nasional, sekaligus mempertegas posisi IKN sebagai proyek peradaban yang tidak hanya dibangun dengan beton dan baja, tetapi juga dengan ilmu pengetahuan, riset, dan kolaborasi intelektual lintas kampus. ( Eno)