UIN Maliki Malang dan UNISMA Perkuat Kolaborasi Akademik, Siapkan Penulisan Buku hingga Konferensi Internasional

1457786_11zon

Batu | Serulingmedia.com – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dan Universitas Islam Malang memperkuat kolaborasi akademik melalui kegiatan Sharing Session Kolaborasi Penulisan Karya Akademik yang digelar di Kampus 2 Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kamis (21/5/2026).

 

Forum tersebut menjadi langkah strategis kedua perguruan tinggi Islam di Malang Raya dalam membangun sinergi keilmuan, publikasi ilmiah, serta penguatan kapasitas kelembagaan pascasarjana.

 

Direktur Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd membuka kegiatan tersebut dengan menegaskan pentingnya membangun kerja sama produktif yang tidak berhenti pada aspek administratif semata.

 

Ia menyampaikan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi harus diwujudkan melalui program akademik konkret yang memberikan manfaat langsung bagi pengembangan tradisi ilmiah dan penguatan jejaring dosen maupun mahasiswa.

 

“Kegiatan ini lahir dari semangat bersama untuk membangun kerja sama yang lebih produktif antara UIN Maliki Malang dan UNISMA, khususnya dalam pengembangan budaya akademik dan penulisan karya ilmiah,” ujarnya.

Wakil Rektor IV Prof. Dr. H. Abdul Hamid, M.Ag menjelaskan bahwa hubungan antara kedua perguruan tinggi memiliki landasan historis yang kuat sejak masa awal perkembangan IAIN Sunan Ampel cabang Malang.

 

Menurutnya, kesamaan sejarah tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kolaborasi akademik yang lebih luas di masa mendatang.

Ia menegaskan bahwa dokumen Memorandum of Understanding (MoU) sebenarnya telah tersedia, namun implementasi nyata jauh lebih penting dibanding sekadar kerja sama administratif.

 

“Kerja sama yang baik tidak dimulai dari dokumen semata, tetapi dari kegiatan nyata yang menyentuh langsung kebutuhan pengembangan akademik,” kata Prof. Abdul Hamid.

Dalam sambutannya, Prof. Abdul Hamid juga menyoroti tantangan meningkatnya jumlah mahasiswa baru setiap tahun, sementara kapasitas penerimaan perguruan tinggi memiliki keterbatasan tertentu. Karena itu, kolaborasi antarkampus dinilai menjadi solusi strategis untuk memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas layanan akademik di lingkungan perguruan tinggi Islam.

Selain itu, ia menyebut penguatan sinergi kedua institusi turut mendapat dorongan dari Menteri Agama yang sebelumnya menekankan pentingnya kerja sama perguruan tinggi Islam dalam menghadapi tantangan akademik dan sosial kontemporer.

 

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Universitas Islam Malang (UNISMA) dr. Hj. Erna Sulistyowati, M.Kes., Ph.D menyampaikan bahwa kerja sama antarperguruan tinggi harus diwujudkan melalui program berkelanjutan yang menghasilkan luaran akademik nyata.

 

Ia menilai banyak dokumen MoU yang berhenti pada tahap administratif tanpa implementasi yang jelas.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Hj. Erna Sulistyowati memaparkan perkembangan internasionalisasi akademik UNISMA yang mengalami peningkatan signifikan melalui publikasi jurnal internasional dan proceeding konferensi internasional. Menurutnya, kebutuhan publikasi ilmiah internasional saat ini menjadi bagian penting dalam peningkatan reputasi perguruan tinggi.

 

Ia turut menyoroti perkembangan studi Islam global pasca peristiwa September 11 attacks yang mendorong meningkatnya perhatian dunia internasional terhadap kajian Islam dan masyarakat Muslim. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang besar bagi pengembangan riset kualitatif dan studi Islam kontemporer di lingkungan perguruan tinggi Islam Indonesia.

 

Sebagai tindak lanjut kerja sama, pihak UNISMA mengusulkan penyelenggaraan konferensi internasional bersama dengan melibatkan perguruan tinggi luar negeri sebagai co-host.

 

Program tersebut dinilai strategis untuk memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus mendukung kebutuhan publikasi ilmiah global.

 

Direktur Pascasarjana Prof. Dr. H. Masud Said, M.Pd menegaskan bahwa kedua institusi telah memiliki pengalaman dan jejaring internasional yang cukup kuat sehingga peluang kolaborasi tersebut sangat realistis untuk direalisasikan.

 

Ia menjelaskan bahwa kerja sama akademik harus menghasilkan produk konkret yang dapat memberikan dampak langsung bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun masyarakat.

 

Karena itu, Pascasarjana UIN Maliki Malang menawarkan program penulisan buku bersama sebagai agenda prioritas kerja sama kedua institusi.

Beberapa tema yang diusulkan dalam program tersebut antara lain multikulturalisme, pendekatan transdisciplinary dan multidisciplinary dalam studi keilmuan, serta Contemporary Studies in Islam sebagai respons terhadap perkembangan studi Islam global.

 

“Kerja sama akademik tidak boleh berhenti pada forum seremonial. Harus ada produk nyata yang bisa menjadi kontribusi intelektual perguruan tinggi Islam terhadap perkembangan masyarakat dan dunia akademik,” ujar Prof. Masud.

 

Ia juga mengusulkan penunjukan koordinator dari masing-masing institusi guna mempercepat proses penyusunan konsep, pembagian tugas, serta koordinasi pelaksanaan program kolaboratif.

 

Bahkan, Prof. Masud menargetkan penyusunan buku bersama tersebut dapat diselesaikan dalam waktu dua bulan apabila koordinasi berjalan efektif sejak awal.

 

Melalui kegiatan sharing session tersebut, UIN Maliki Malang dan UNISMA menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem akademik kolaboratif yang produktif, inovatif, dan berdampak bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam di tingkat nasional maupun internasional. ( Eno).