Asmadi Dukung Revitalisasi GOR Ganesha, Ingatkan Pemkot Batu Jangan Abaikan Aspirasi Pelaku UMKM
Batu | Serulingmedia.com – Rencana Pemerintah Kota Batu merevitalisasi GOR Ganesha menjadi Mall UMKM mendapat dukungan dari Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Asmadi.
Namun, dukungan itu disertai catatan kritis agar proyek strategis tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mengedepankan kepentingan pelaku UMKM yang selama ini menggantungkan usahanya di kawasan Alun-Alun Batu.
Menurut Asmadi, revitalisasi GOR Ganesha merupakan langkah tepat untuk mengoptimalkan aset daerah yang selama ini belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Lokasinya yang berada di kawasan wisata menjadi potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat ekonomi rakyat.
“Kalau aset daerah bisa dioptimalkan menjadi pusat UMKM yang tertata, tentu kita mendukung. Ini bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan PAD Kota Batu,” kata Asmadi.
Meski demikian, ia mengingatkan agar Pemkot Batu tidak terburu-buru mengeksekusi proyek tanpa membangun komunikasi dengan para pelaku UMKM yang selama ini berjualan di kawasan Alun-Alun.
Menurutnya, sosialisasi menjadi tahapan yang tidak boleh diabaikan karena menyangkut mata pencaharian ratusan pedagang.
Tanpa komunikasi yang terbuka, revitalisasi justru berpotensi menimbulkan penolakan dan konflik sosial.
“Pemkot harus duduk bersama para pelaku UMKM. Jelaskan konsepnya, mekanismenya, dan bagaimana nasib mereka setelah revitalisasi. Jangan sampai muncul kesan mereka dipindahkan atau kehilangan ruang usaha tanpa ada kepastian,” tegasnya.
Asmadi menilai keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan baru, tetapi dari sejauh mana keberadaan Mall UMKM mampu meningkatkan kesejahteraan pedagang lokal.
Karena itu, pelaku UMKM yang selama ini menjadi bagian dari denyut ekonomi Alun-Alun harus menjadi prioritas utama untuk menempati kawasan baru.
Ia juga meminta pemerintah menyusun skema relokasi maupun penataan yang jelas selama proses pembangunan berlangsung agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak terhenti.
Selain itu, Komisi C DPRD Kota Batu akan mengawal proses kerja sama dengan investor jika proyek tersebut menggunakan skema Bangun Guna Serah (Build-Operate-Transfer/BOT).
Menurut Asmadi, keterlibatan swasta harus tetap berpihak pada kepentingan daerah dan tidak mengurangi hak masyarakat kecil.
“Investor memang diperlukan karena nilai proyek cukup besar. Tetapi jangan sampai orientasinya hanya bisnis. Mall UMKM ini harus menjadi rumah bagi pelaku usaha lokal, bukan justru dikuasai pemodal besar,” ujarnya.
Asmadi berharap revitalisasi GOR Ganesha benar-benar menjadi momentum penataan kawasan Alun-Alun Batu menjadi pusat ekonomi rakyat yang modern, tertib, dan nyaman.
Namun ia menegaskan, keberhasilan proyek hanya akan tercapai apabila pemerintah mengedepankan transparansi, partisipasi publik, dan komunikasi yang intensif dengan para pelaku UMKM.
“Jangan sampai proyek yang niatnya baik justru memunculkan persoalan baru karena minim sosialisasi. Pemerintah harus memastikan seluruh pelaku UMKM dilibatkan sejak tahap perencanaan agar tidak terjadi konflik di kemudian hari,” pungkasnya.( Eno).






