Refleksi Ramadhan Menyatukan Visi, Rektor dan Mantan Rektor UIN Malang Teguhkan Langkah Menuju Kampus Mendunia
Malang | Serulingmedia.com — Kegiatan Refleksi Khotmil Qur’an dan Buka Puasa Bersama yang digelar Kamis,( 26/2/ 2026 ) di Gedung Arrahim Lantai 3 menjadi momentum penguatan spiritual sekaligus konsolidasi visi seluruh pimpinan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Sebanyak 212 pimpinan, terdiri dari para mantan rektor hingga pimpinan aktif, hadir dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
Mantan Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Imam Suprayogo Imam Suprayogo, dalam narasinya menegaskan bahwa Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk merenungi perjalanan institusi sekaligus meneguhkan arah perjuangan kampus ke depan. Ia menyampaikan bahwa capaian UIN Malang hari ini merupakan buah dari ikhtiar panjang, nilai keikhlasan, serta fondasi keilmuan dan keislaman yang diletakkan oleh para pendahulu.
“Sejarah kampus ini adalah sumber energi kita. Dari perjalanan panjang itulah lahir karakter, tradisi akademik, dan ruh keislaman yang menjadi kekuatan utama UIN Malang. Tugas kita hari ini adalah menjaga, mengembangkan, dan membawanya ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Imam Suprayogo.
Sementara itu, mantan Rektor kedua, Prof. Mudjia Rahardjo, Mudjia Rahardjo M.Si. , menekankan bahwa refleksi sejarah bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan pijakan strategis untuk menatap masa depan. Menurutnya, semangat kebersamaan lintas generasi pimpinan merupakan modal besar untuk melahirkan lompatan kemajuan kampus.
“Kita harus belajar dari sejarah. Dari sanalah kita memperoleh semangat untuk memajukan kampus ini. Dengan kepemimpinan dan semangat yang terbangun hari ini, bukan hal yang mustahil UIN Malang menjadi kampus Islam terbesar di dunia,” ungkapnya.
Pandangan senada disampaikan mantan Rektor ketiga Prof. Dr. Abd. Haris, , Abd. Haris M. Ag , yang menegaskan bahwa perkembangan UIN Malang hingga menjadi kampus unggulan saat ini merupakan hasil kesinambungan kepemimpinan yang berjalan sesuai roadmap pengembangan institusi.
“Apa yang kita lihat hari ini adalah hasil kerja kolektif para pimpinan sebelumnya. Kampus ini tumbuh dan berkembang secara terencana, bertahap, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor UIN Maliki saat ini, Prof.Dr. Ilfi Nur Diana M.Si, menyampaikan bahwa kebersamaan antara pimpinan aktif dan para mantan rektor merupakan kekuatan moral dan intelektual yang sangat berharga bagi keberlanjutan kampus.
“Refleksi ini mengajarkan kita untuk selalu rendah hati pada sejarah dan berani melangkah ke masa depan. Dukungan, doa, dan teladan para mantan rektor menjadi energi besar bagi kami untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dengan tetap menjaga nilai keislaman, keilmuan, dan kebangsaan,” tutur Ilfi Nur Diana.
Ia menegaskan bahwa UIN Maliki akan terus berkomitmen memperkuat kualitas akademik, tata kelola kelembagaan, serta reputasi global, tanpa meninggalkan akar spiritual yang telah menjadi ciri khas kampus.
Melalui refleksi Ramadhan ini, UIN Maliki Malang meneguhkan kembali bahwa persatuan, kesamaan visi, dan komitmen bersama merupakan fondasi utama kemajuan institusi. Dengan sinergi antara pimpinan aktif dan para mantan rektor, cita-cita besar menjadikan kampus unggul dan mendunia diyakini semakin kokoh dan realistis untuk diwujudkan bersama.
Melalui refleksi Ramadhan ini, UIN Malang kembali meneguhkan bahwa persatuan, kesamaan visi, dan komitmen bersama merupakan fondasi utama kemajuan kampus. Dengan sinergi antara pimpinan aktif dan para mantan rektor, cita-cita besar menjadikan UIN Malang sebagai kampus unggul dan mendunia diyakini semakin kokoh dan realistis untuk diwujudkan bersama. ( Eno)






