Empat Mantan Rektor Hadir, UIN Maliki Teguhkan Estafet Kepemimpinan Lewat MoU Strategis Haji dan Umrah

Rektor terdahulu_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menjadi momentum penting yang sarat makna kebersamaan dan kesinambungan kepemimpinan.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, (3/2/2026), di Gedung Ar Rahim Lantai 3, Kampus 3 UIN Maliki Malang tersebut dihadiri empat mantan rektor dari periode kepemimpinan sebelumnya.

Kehadiran para mantan rektor dalam agenda strategis ini mencerminkan kuatnya spirit estafet kepemimpinan dan komitmen bersama dalam membangun UIN Maliki Malang secara berkelanjutan. Mereka mengikuti rangkaian acara bersama jajaran pimpinan universitas, perwakilan kementerian, serta tamu undangan lainnya.

 

Empat mantan rektor yang hadir yakni Prof Dr. Imam Suprayogo, Prof Dr.Abdul Haris , Prof. Dr. Muji Raharjo dan Prof. Dr. Zainuddin, MA. Kehadiran para tokoh yang pernah menakhodai UIN Maliki Malang tersebut menjadi simbol persatuan lintas generasi kepemimpinan, sekaligus dukungan moral terhadap arah kebijakan dan pengembangan universitas ke depan.

 

Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa capaian dan langkah strategis universitas hari ini tidak terlepas dari kontribusi para pemimpin sebelumnya. Menurutnya, MoU dengan Kementerian Haji dan Umrah RI merupakan bagian dari kelanjutan visi besar universitas.

 

“Kehadiran para rektor terdahulu menjadi penguat semangat bahwa UIN Maliki Malang dibangun melalui proses panjang dan kolaboratif. Apa yang kita lakukan hari ini adalah melanjutkan ikhtiar bersama untuk memperkuat peran kampus dalam pengembangan keilmuan Islam, pelayanan umat, serta kontribusi global,” ujar Prof. Ilfi.

 

Ia menambahkan, kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat pengembangan sumber daya manusia, riset keislaman, serta pengabdian kepada masyarakat yang selaras dengan kebutuhan penyelenggaraan haji dan umrah secara profesional dan berkeadaban.

 

Keempat mantan rektor tampak mengikuti prosesi penandatanganan kerja sama hingga sesi foto bersama. Momen tersebut menjadi ajang silaturahmi lintas periode kepemimpinan sekaligus refleksi perjalanan panjang UIN Maliki Malang sebagai perguruan tinggi Islam yang terus bertransformasi menghadapi tantangan zaman.

 

Melalui momentum ini, UIN Maliki Malang menegaskan bahwa pembangunan universitas merupakan ikhtiar kolektif yang melampaui batas waktu dan jabatan. Dengan menyatukan pengalaman masa lalu dan visi masa depan, UIN Maliki Malang terus melangkah mantap menuju kampus Islam unggul, bereputasi internasional, dan berdampak luas bagi umat dan bangsa.( Eno)