Saat Dunia Bergejolak, UIN Malang Tegaskan Pancasila sebagai Jalan Perdamaian

1507325_11zon

Malang | Serulingmedia.com –Ketidakpastian geopolitik global, konflik di berbagai kawasan dunia, hingga tantangan perkembangan teknologi yang semakin kompleks menjadi pengingat pentingnya nilai-nilai persatuan dan kemanusiaan.

 

Dalam konteks itulah, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan bahwa Pancasila tetap relevan sebagai jalan menuju perdamaian, baik di tingkat nasional maupun global.

 

Pesan tersebut disampaikan dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di halaman kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Senin (1/6/2026).

Upacara yang diikuti seluruh pimpinan, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan itu mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia.”

 

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Malang, Prof. Dr. Triyo Supriyatno, yang bertindak sebagai pembina upacara membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia.

 

Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan hanya momentum mengenang sejarah, tetapi juga kesempatan untuk merefleksikan kembali peran ideologi bangsa dalam menghadapi perubahan zaman.

“Hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Tema yang diusung tahun ini menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” ujar Prof. Triyo.

Menurutnya, Pancasila telah menjadi fondasi yang menjaga Indonesia tetap kokoh di tengah keberagaman dan berbagai tantangan yang terus berkembang.

 

Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku, bahasa, dan budaya mampu menunjukkan kepada dunia bahwa perbedaan dapat menjadi kekuatan jika dipersatukan oleh nilai-nilai kebangsaan yang kuat.

Di tengah situasi global yang penuh dinamika, lanjutnya, Pancasila berfungsi sebagai kompas moral bangsa.

 

Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi pedoman dalam menyikapi perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga ketegangan geopolitik internasional.

 

Prof. Triyo menegaskan bahwa Indonesia juga memiliki tanggung jawab moral untuk terus berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia.

 

Hal itu diwujudkan melalui politik luar negeri bebas aktif, diplomasi internasional, mediasi konflik, serta keterlibatan pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Perdamaian bukan sekadar tidak adanya perang, tetapi hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia. Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab harus terus menjadi pedoman bangsa Indonesia dalam berkontribusi di tingkat global,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Triyo juga mengajak generasi muda dan seluruh sivitas akademika untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam tindakan sehari-hari.

“Jangan biarkan nilai-nilai Pancasila hanya menjadi hiasan di dinding atau teks dalam buku sejarah. Pancasila harus hadir dalam kebijakan, tindakan, dan perilaku kita sebagai warga negara,” katanya.

Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga ruang-ruang sosial dan akademik dari berbagai ancaman yang dapat merusak persatuan bangsa, seperti intoleransi, radikalisme, dan sikap eksklusif yang bertentangan dengan semangat kebhinekaan.

 

Upacara berlangsung khidmat dan ditutup dengan pembacaan doa untuk bangsa dan negara. Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan pembentukan generasi unggul, berkarakter, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.

Di tengah dunia yang terus bergejolak, kampus tersebut menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya warisan sejarah, melainkan jalan yang tetap relevan untuk menjaga persatuan bangsa dan mewujudkan perdamaian dunia.( Eno).