Malang | Serulingmedia.com — Dari Khotmil Qur’an lahir kebersamaan dan kekuatan institusi. Pesan tersebut ditegaskan Abdul Hamid, Wakil Rektor Bidang Pengembangan Lembaga dan Kerja Sama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dalam Peringatan Nuzulul Al-Qur’an yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Maliki Malang, Rabu (4/3/2026), di Halaqah Lantai 2 Ma’had.
Kegiatan yang menjadi bagian dari semarak GEBYAR RAMADHAN 2026 ini mengusung tema “Bersama Al-Qur’an, Hati Terarah dan Hidup Penuh Berkah”. Dua agenda utama dihadirkan, yakni Khataman Al-Qur’an (Khotmil Qur’an) dan Mauidhah Hasanah, sebagai ruang refleksi spiritual untuk meneguhkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam membangun keluarga sakinah serta masyarakat berakhlakul karimah.
Dalam sambutannya, Prof. Abdul Hamid menekankan bahwa kekuatan DWP terletak pada soliditas dan kerja tim, bukan pada kerja personal. Menurutnya, aktivitas spiritual seperti khotmil qur’an, shalawatan, dan istighotsah bukan sekadar seremoni, melainkan ikhtiar membangun kebersamaan yang berakar dari kejernihan hati. “Hati yang bersih akan melahirkan kebersamaan. Dari kebersamaan itulah kekuatan institusi tumbuh,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh hadirin memaknai “hati” bukan semata organ biologis, melainkan kalbu—pusat nilai dan kesadaran spiritual. Ketika kalbu terjaga, lanjutnya, empati, kerja sama, dan semangat melayani akan menguat. “Jika hati terarah, setiap tantangan dapat kita selesaikan bersama,” tambahnya.
Prof. Abdul Hamid turut mengingatkan bahwa di era transparansi, DWP diharapkan terus berkontribusi nyata dalam membangun budaya organisasi yang akuntabel, inklusif, dan berdampak. Ia menegaskan pesan Rektor agar DWP mampu menciptakan legacy program-program yang sulit dilupakan karena manfaatnya nyata bagi sivitas akademika.
Sementara itu, Ketua DWP UIN Maliki Malang, Layyinah Basri, menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Al-Qur’an dan Khotmil Qur’an bukan sekadar agenda rutin, melainkan ikhtiar kolektif menumbuhkan kekuatan batin dan kebersamaan antaranggota. Menurutnya, DWP ingin menghadirkan ruang spiritual yang menenangkan sekaligus menguatkan peran perempuan dalam menopang kehidupan keluarga dan institusi.
“Kami meyakini bahwa kebersamaan yang dibangun dengan keikhlasan akan menghadirkan keberkahan. Dari majelis Al-Qur’an inilah semoga lahir keluarga yang sakinah dan organisasi yang solid,” tutur Layyinah Basri.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota DWP, termasuk anggota baru yang bergabung. Kehadiran mereka disebut sebagai energi dan semangat baru untuk terus menghidupkan nilai-nilai Qur’ani dalam setiap program DWP.
“Tanpa kebersamaan ibu-ibu semua, kegiatan ini tidak mungkin terselenggara dengan baik. Semoga menjadi ladang amal dan ruang bertumbuh bersama,” pungkasnya.
Dilaksanakan tepat pada 15 Ramadhan 1447 Hijriah, peringatan Nuzulul Al-Qur’an ini meneguhkan sinergi spiritual keluarga besar kampus dan lingkungan Ma’had. Dengan Al-Qur’an sebagai kompas kehidupan, DWP UIN Maliki Malang menegaskan komitmen menguatkan nilai-nilai Qur’ani demi keberkahan keluarga, institusi, dan masyarakat luas. (Eno)