Ramadhan dan Akal Sehat Manusia: Refleksi Spiritual dalam Perspektif Rasionalitas dan Etika
Jeneponto | Serulingmedia.com – Ramadhan menjadi momentum penting bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk menata ulang cara berpikir, bersikap, dan melayani masyarakat. Puasa tidak hanya mengajarkan ketahanan fisik, tetapi juga melatih kejernihan akal, pengendalian diri, serta etika dalam menjalankan amanah pelayanan publik.
Hal tersebut disampaikan Dr. Mustaufik, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jeneponto, dalam refleksi Ramadhan bertajuk Ramadhan dan Akal Sehat Manusia.
Menurutnya, dalam perspektif Islam, akal memiliki peran strategis sebagai instrumen memahami kebenaran yang harus berjalan seiring dengan nilai wahyu. Puasa Ramadhan menjadi sarana pengendalian nafsu agar akal bekerja secara jernih, objektif, dan berorientasi pada kemaslahatan.
“Bagi ASN, puasa adalah latihan integritas. Ketika hawa nafsu mampu dikendalikan, maka keputusan dan pelayanan akan lahir dari akal sehat dan etika, bukan dari kepentingan pribadi,” ujar Dr. Mustaufik.
Ia menjelaskan, ibadah Ramadhan seperti shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan i’tikaf membuka ruang refleksi bagi ASN untuk mengevaluasi kinerja dan tanggung jawabnya sebagai pelayan masyarakat. Dalam suasana spiritual tersebut, nilai kejujuran, kedisiplinan, dan empati sosial menjadi lebih menguat.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa akal sehat dalam ruang pelayanan publik tercermin dari sikap adil, transparan, dan profesional dalam melayani masyarakat tanpa diskriminasi. Ramadhan, menurutnya, harus mampu membentuk budaya kerja yang bersih dan berorientasi pada kepentingan publik.
“Jabatan adalah amanah. Jika Ramadhan benar-benar dihayati, maka ASN akan menjauhi penyalahgunaan wewenang dan mengedepankan pelayanan yang berkeadaban,” tegasnya.
Ia menambahkan, Ramadhan sejatinya adalah sekolah kesadaran yang mendidik manusia, khususnya ASN, untuk memahami bahwa kebebasan bukanlah mengikuti semua keinginan, melainkan kemampuan mengendalikan diri demi kebaikan bersama.
“ASN yang berakal sehat adalah mereka yang mampu menyatukan iman, rasionalitas, dan etika dalam setiap kebijakan dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (Yah/Eno)






