Lebaran Hangat di Rumah Dinas, Open House Wakil Wali Kota Batu Jadi Ajang Silaturahmi dan Curhat Warga

1192043_11zon

Batu | Serulingmedia.com – Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di rumah dinas Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, saat menggelar open house pada Minggu malam (22/3/2026).

 

Momentum Lebaran dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat dalam nuansa yang lebih santai dan humanis.

 

Sejak sore hingga malam, warga dari berbagai kalangan tampak berdatangan. Mulai dari masyarakat umum, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan turut hadir, saling bersalaman dan berbincang hangat dengan tuan rumah.

Dalam kesempatan tersebut, Heli Suyanto menyampaikan bahwa open house ini menjadi momen penting untuk saling memaafkan, sekaligus mendekatkan hubungan antara pemimpin dan masyarakat.

“Kami mungkin selama menjalankan kegiatan pemerintahan ada kesalahan. Maka melalui momentum Lebaran ini, kami mohon maaf sebesar-besarnya,” ungkapnya.

Heli juga menegaskan bahwa dirinya ingin menjaga komunikasi yang terbuka dengan masyarakat, tidak hanya dalam forum resmi, tetapi juga melalui pertemuan santai seperti ini.

“Silaturahmi seperti ini penting. Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat, mendengar langsung apa yang dirasakan dan dibutuhkan warga. Dengan begitu, kami bisa bekerja lebih tepat sasaran,” ujar Heli.

Tak hanya menjadi ajang silaturahmi, suasana cair yang tercipta justru dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Mulai dari kondisi lingkungan hingga kebutuhan fasilitas publik, disampaikan langsung dalam obrolan santai.

Alih-alih terasa kaku, percakapan tersebut mengalir layaknya curhat antara warga dan sosok yang mereka anggap dekat. Heli pun tampak mendengarkan dengan serius, sesekali menanggapi dan mencatat hal-hal yang disampaikan.

“Kalau ada keluhan atau masukan, jangan ragu untuk disampaikan. Kami butuh suara masyarakat sebagai bahan evaluasi agar pembangunan ke depan bisa lebih baik,” tambahnya.

Bagi sebagian warga, momen seperti ini menjadi kesempatan langka. Tanpa harus melalui prosedur formal, mereka bisa langsung menyampaikan aspirasi kepada pemimpin daerahnya.

Open house pun berubah menjadi ruang dialog yang hidup—di mana kehangatan Lebaran berpadu dengan harapan akan solusi nyata. Sebuah potret sederhana, bahwa kedekatan antara pemimpin dan rakyat bisa terbangun dari pertemuan yang tulus dan tanpa sekat.( Eno).