Doddy A. Baso: Iduladha Mengajarkan ASN Mengabdi dengan Keikhlasan
Jeneponto | Serulingmedia.com – Kepala Bidang Humas dan IKP Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jeneponto, Doddy A. Baso, memaknai Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah sebagai momentum refleksi mendalam tentang arti pengabdian, keikhlasan, dan tanggung jawab moral dalam kehidupan, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Menurutnya, Iduladha bukan sekadar perayaan keagamaan yang identik dengan penyembelihan hewan kurban, tetapi juga mengandung pesan spiritual yang sangat relevan dengan etika pelayanan publik dan pengabdian kepada masyarakat.
“Iduladha menghadirkan pelajaran besar tentang bagaimana manusia belajar memurnikan niat hidupnya. Yang paling berat dalam hidup sering kali bukan memberi, tetapi mengikhlaskan,” ujar Doddy A. Baso dalam refleksi Iduladha yang diterima Serulingmedia.com, Kamis (28/5/2026).
Ia menilai, kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS merupakan simbol ketundukan total manusia kepada kehendak Tuhan. Dalam perspektif tersebut, pengorbanan sejati bukan hanya sesuatu yang tampak secara lahiriah, melainkan kemampuan manusia menundukkan ego, kepentingan pribadi, dan rasa ingin diutamakan.
Doddy menjelaskan, nilai-nilai sufistik tentang keikhlasan memiliki keterkaitan erat dengan dunia birokrasi modern. ASN, kata dia, bukan hanya pekerja administratif dalam sistem pemerintahan, tetapi juga pelayan masyarakat yang memikul amanah negara.
Karena itu, pengabdian seorang ASN tidak cukup hanya diukur dari kemampuan teknis dan administratif semata, melainkan juga dari ketulusan hati dalam melayani masyarakat.
“Pengabdian sejati lahir dari hati yang bersih dan niat yang lurus. ASN bekerja bukan semata mengejar pengakuan, tetapi menjalankan tanggung jawab moral dan spiritual kepada Allah SWT serta kepada masyarakat,” katanya.
Dalam analisisnya, Doddy juga menyoroti pentingnya menjaga integritas dan disiplin di tengah tantangan birokrasi yang terus berkembang.
Ia mengakui, masih banyak ASN di berbagai daerah yang bekerja secara senyap namun penuh dedikasi demi memastikan pelayanan publik berjalan dengan baik.
“Mungkin tidak semuanya terlihat di ruang publik, tetapi dari pengabdian seperti itulah pemerintahan dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa jabatan pada hakikatnya adalah amanah, bukan simbol kekuasaan untuk meninggikan diri.
Semakin besar kewenangan yang dimiliki seseorang, maka semakin besar pula tanggung jawab moral untuk menjaga kerendahan hati serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.
Momentum Iduladha tahun ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-78 Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Doddy memandang usia panjang BKN menjadi simbol perjalanan pengabdian institusi negara dalam membangun tata kelola aparatur yang profesional dan berintegritas.
“Usia bukan sekadar hitungan waktu, tetapi jejak pengabdian yang terus diuji oleh zaman. Dalam perjalanan birokrasi, kita belajar bahwa bekerja untuk negara bukan hanya tentang tugas dan jabatan, tetapi tentang menjaga amanah dengan hati yang jernih dan niat yang tulus,” tuturnya.
Ia berharap BKN terus menjadi rumah besar bagi lahirnya ASN yang berintegritas, rendah hati dalam kewenangan, kuat dalam pengabdian, serta bijaksana dalam melayani masyarakat dan bangsa.
Di akhir refleksinya, Doddy menegaskan bahwa esensi terbesar Iduladha terletak pada manfaat yang mampu dihadirkan manusia bagi sesama.
“Pada akhirnya, hidup yang bernilai bukan hanya tentang apa yang berhasil kita miliki, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang mampu kita hadirkan bagi sesama. Karena dalam pengabdian, ketulusan sering kali menjadi bentuk ibadah yang paling sunyi, namun paling bermakna,” pungkasnya.( Yah/Eno).






