Krisis Air Mengancam, Bupati Jeneponto Gerak Cepat Atur Irigasi dan Turunkan Bantuan Darurat

PMK_11zon

Jeneponto | Serulingmedia.com – Pemerintah Kabupaten Jeneponto bergerak cepat menghadapi dampak musim kemarau panjang yang memicu kekeringan di sejumlah wilayah pertanian. Langkah darurat pun langsung dipimpin oleh Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, SE., MM, guna memastikan sawah petani tetap produktif dan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.

Melalui optimalisasi distribusi air Irigasi Kelara Kareloe serta penyiapan bantuan air bersih, pemerintah daerah berupaya menekan dampak kekeringan yang mulai dirasakan luas oleh masyarakat.

Dalam siaran pers Humas Kominfo Jeneponto yang diterima Minggu (19/4/2026), disebutkan bahwa Bupati Paris Yasir segera menggelar rapat koordinasi lintas sektor. Pertemuan tersebut melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas PU Kabupaten Jeneponto, BPBD, Satpol PP, para camat, kepala desa, hingga petugas teknis irigasi dan tokoh masyarakat.

Rapat ini difokuskan pada langkah cepat penanganan kekeringan sekaligus pembahasan solusi jangka panjang terkait pembenahan sistem irigasi.

Dalam arahannya, Bupati Paris Yasir menyoroti ketimpangan antara kapasitas debit air dengan luas lahan pertanian yang terus bertambah. Saat ini, saluran induk Irigasi Kelara hanya mampu mengalirkan sekitar 6 meter kubik per detik untuk melayani 6.000 hingga 7.000 hektare sawah. Sementara, luas lahan yang bergantung pada aliran tersebut telah mencapai sekitar 12.000 hektare.

“Kondisi ini membutuhkan langkah strategis, termasuk pelebaran dan perluasan saluran induk agar distribusi air bisa lebih merata,” tegasnya.

Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah menerapkan sistem penggiliran distribusi air. Hasilnya mulai terlihat, terutama di wilayah sekunder Irigasi Tarowang yang kini kembali teraliri, termasuk daerah yang sebelumnya mengalami kekurangan air.

“Alhamdulillah, wilayah yang sebelumnya belum terjangkau kini mulai menerima aliran air. Pemerintah akan terus berupaya menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Paris Yasir.

Berdasarkan kesepakatan, distribusi air dilakukan selama empat hari untuk Kecamatan Tarowang dan tiga hari untuk Kecamatan Turatea.

Selain itu, Pemkab Jeneponto juga mengerahkan bantuan air bersih sebagai langkah darurat. Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil tangki BPBD disiagakan untuk menyuplai kebutuhan air masyarakat dan lahan pertanian terdampak.

Armada tersebut siap bergerak cepat ke lokasi tanpa mengganggu tugas utama masing-masing instansi.

Pemerintah Kabupaten Jeneponto menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kerja nyata, kolaborasi lintas sektor, serta solusi berkelanjutan demi menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan petani tetap terjaga di tengah ancaman kekeringan. (yah/Eno)