Bendungan Jenelata Harus Beri Dampak Nyata, Bupati Gowa Tekankan Manfaat PSN untuk Kesejahteraan Warga

1260947_11zon

Gowa | Serulingmedia.com — Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang menegaskan bahwa pembangunan Bendungan Jenelata sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) wajib memberikan manfaat konkret bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan kesejahteraan dan penguatan sektor pertanian di Kabupaten Gowa.

 

Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Kabupaten Gowa bersama Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ), yang berlangsung di Ruang Rapat Nipa-Nipa, Kantor BBWSPJ, Selasa (7/4/2026).

“Bendungan Jenelata harus memberikan dampak nyata bagi daerah, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan dan mendukung sektor pertanian. Selain menjadi solusi pengendalian banjir, bendungan ini harus menjadi sumber kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” tegas Bupati Talenrang.

Ia menambahkan, sebagai salah satu daerah yang dipercaya menjalankan PSN di Sulawesi Selatan, Kabupaten Gowa membutuhkan koordinasi dan sinergi kuat dengan pihak Balai agar manfaat proyek dapat maksimal.

“Untuk menyelesaikan program nasional ini dengan baik, saya menekankan agar setiap proyek yang berada di bawah naungan Balai dapat dikomunikasikan dengan baik bersama pemerintah daerah,” ujarnya.

Gowa sebagai Daerah Sumber, Perlu Prioritas Manfaat

Bupati Talenrang menegaskan posisi strategis Gowa sebagai daerah sumber air sekaligus penyedia material, sehingga proyek nasional di wilayahnya berpotensi melahirkan berbagai inovasi baru.

“Kabupaten Gowa merupakan daerah sumber. Sumber air ada di sini, material juga ada di sini, dan ke depan sangat mungkin lahir inovasi baru dari proyek nasional yang dibangun di wilayah kita,” jelasnya.

Ia juga menekankan perlunya komunikasi intensif antara pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat agar Gowa sebagai daerah sumber memperoleh manfaat yang lebih spesifik.

Manfaat Bendungan Jenelata Lebar, Lintas Kabupaten/Kota

Kepala BBWS Pompengan-Jeneberang, Heriantono Waluyadi, memaparkan berbagai manfaat strategis Bendungan Jenelata, mulai dari peningkatan layanan irigasi, penyediaan air baku lintas wilayah, hingga pengendalian banjir di hilir Sungai Jeneberang.

“Intensitas tanam dapat meningkat dari dua kali menjadi tiga kali setahun. Ini berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat,” jelas Heriantono.

Selain Kabupaten Gowa, bendungan juga akan memenuhi kebutuhan air baku Kota Makassar, Kabupaten Takalar, dan Maros.

Bendungan ini juga memiliki potensi pembangkit energi listrik dan pengembangan pariwisata, memberi manfaat multi-sektor berkelanjutan.

Heriantono menyebut progres tanah saat ini baru mencapai 13 persen, dengan target penyelesaian konstruksi pada 2028.

“Di tahun 2028 nanti sudah masuk proses penggenangan waduk, dan penyelesaian konstruksi akan dilakukan bertahap,” katanya.

Sinergi Dikuatkan untuk Manfaat Berkelanjutan

Melalui rapat koordinasi tersebut, pemerintah daerah dan BBWSPJ mendorong terbangunnya sinergi kuat antara pusat dan daerah agar Bendungan Jenelata benar-benar memberi dampak luas dan berkelanjutan.

Bupati Talenrang menegaskan komitmennya agar masyarakat Gowa sebagai daerah sumber merasakan manfaat langsung dari pembangunan PSN tersebut.( Yah/Eno).