Dari Malang untuk Nusantara: UIN Maliki Malang Siap Jadi Pilar Spiritual dan Ilmiah Pembangunan IKN

Screenshot_2025-11-07-07-38-45-427_com.android.chrome-edit

Jakarta | Serulingmedia.com — Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menorehkan langkah strategis dalam kancah pembangunan nasional.

Melalui pertemuan resmi dengan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, Kamis (6/11/2025), kampus Islam unggulan ini siap menjadi pilar spiritual dan ilmiah dalam mewujudkan konsep forest city—kota hijau, cerdas, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Pertemuan yang berlangsung selama lebih dari satu jam, mulai pukul 15.00 WIT di kantor Otorita IKN, menjadi momentum penting bagi kedua pihak dalam membangun sinergi akademik dan pemerintahan.

Fokus utama pembahasan meliputi penguatan bidang kesehatan, farmasi, serta lingkungan hidup berkelanjutan yang selaras dengan arah pembangunan IKN sebagai pusat peradaban masa depan Indonesia.

Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Ilfi Nurdiana, M.Si, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata untuk menghubungkan potensi keilmuan kampus Islam dengan kebutuhan pembangunan nasional.

“UIN Maliki Malang memiliki potensi riset dan sumber daya manusia unggul, terutama dalam bidang kedokteran, farmasi, dan teknik lingkungan yang sangat relevan dengan pengembangan kawasan IKN sebagai hutan kota yang smart, green, dan sehat,” ujar Prof. Ilfi.

Dalam pembahasannya, disepakati sejumlah rencana kolaborasi strategis, di antaranya:

1. Pendirian pusat riset kesehatan dan lingkungan yang mengusung konsep kota sehat berbasis ekologi Islam.

2. Kolaborasi pendidikan dan pelatihan kedokteran serta farmasi, untuk mendukung layanan kesehatan modern dan herbal di kawasan IKN.

3. Pengembangan teknologi lingkungan berbasis inovasi hijau, mencakup pengelolaan limbah, air bersih berkelanjutan, dan energi terbarukan.

Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, yang juga dikenal sebagai mantan Menteri PUPR pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, menyambut positif gagasan kolaborasi tersebut.

“Kita ingin IKN menjadi forest city yang bukan hanya cerdas dan hijau, tetapi juga berlandaskan nilai spiritual dan etika lingkungan. UIN Maliki memiliki kompetensi akademik yang dapat memperkaya dimensi ini,” tutur Basuki.

Lebih lanjut, UIN Maliki Malang tengah mempersiapkan sejumlah langkah konkret di tingkat fakultas. Fakultas Kedokteran sedang menyiapkan kurikulum integratif berbasis ilmu dan keislaman, sedangkan Fakultas Farmasi berfokus pada pengembangan fitofarmaka dan obat herbal ilmiah untuk mendukung industri kesehatan nasional.

Selain itu, Fakultas Teknik Lingkungan UIN Maliki juga telah mengembangkan berbagai riset unggulan di bidang smart waste management, air bersih berkelanjutan, dan energi terbarukan, yang relevan dengan konsep kota hijau masa depan.

Kolaborasi antara UIN Maliki Malang dan Otorita IKN ini diharapkan tidak hanya menghasilkan proyek riset bersama, tetapi juga membuka peluang student mobility program, joint research, hingga praktek profesi mahasiswa di wilayah IKN.

“Kami tidak ingin UIN Maliki hanya menjadi penonton pembangunan nasional, tetapi turut berperan aktif melalui keilmuan, riset, dan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin,” tegas Prof. Ilfi Nurdiana.

Ke depan, kedua pihak berencana menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut dengan penyusunan nota kesepahaman (MoU) dan roadmap implementasi kolaborasi yang lebih detail.

Langkah ini menjadi babak baru kontribusi UIN Maliki Malang sebagai perguruan tinggi Islam yang bukan hanya mencetak ilmuwan berintegritas, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang beradab, beriman, dan berkelanjutan. ( Eno).