Doktor Teknik dari Lapangan, Alfi Nurhidayat Masuk Tiga Besar Kandidat Sekda Kota Batu

alfi nur_11zon

Batu | Serulingmedia.com – Nama Alfi Nurhidayat menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam bursa calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu. Birokrat berlatar belakang teknik sipil itu berhasil melaju ke tiga besar seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekda Kota Batu setelah melalui serangkaian tahapan seleksi yang digelar Pemerintah Kota Batu.

 

Alfi Nurhidayat kini berusia 48 tahun. Jika dipercaya mengemban jabatan Sekda Kota Batu, ia akan masuk dalam kategori sekretaris daerah dari kelompok usia relatif muda. Sebagai perbandingan, salah satu Sekda termuda di Indonesia adalah I Gusti Bagus Adi Widya Utama, atau akrab disapa Gus Bem, yang dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar, Bali, pada usia 36 tahun.

 

Bagi kalangan birokrasi Kota Batu, Alfi bukan sosok baru. Kariernya dibangun dari ruang-ruang teknis pembangunan hingga dipercaya memimpin sektor pendidikan. Perjalanan tersebut membentuk rekam jejak yang dinilai lengkap, mulai dari pengalaman teknokratis, manajerial, hingga akademik.

 

Saat ini, Alfi menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu. Di bawah kepemimpinannya, berbagai program peningkatan kualitas pendidikan terus didorong. Mulai dari penguatan mutu pendidikan, pengembangan Program 1.000 Sarjana, peningkatan integritas kepala sekolah, hingga menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan era Society 5.0.

 

Sebelum memimpin Dinas Pendidikan, Alfi lebih dahulu dikenal sebagai birokrat yang identik dengan pembangunan infrastruktur daerah. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu.

 

Dalam jabatan tersebut, ia terlibat dalam berbagai proyek strategis daerah, mulai dari peningkatan kualitas jalan, pembangunan dan perbaikan sistem drainase, penataan kawasan perkotaan, hingga penyediaan fasilitas publik yang mendukung sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat.

 

Pengalaman panjang di bidang teknis membuatnya dikenal sebagai pemimpin yang kerap turun langsung ke lapangan. Ia terbiasa memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung.

 

Namun, kekuatan Alfi tidak hanya terletak pada pengalaman birokrasi. Ia juga memiliki latar belakang akademik yang mumpuni. Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Alfi menyelesaikan pendidikan sarjana di Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada tahun akademik 2002/2003.

 

Pendidikan kemudian dilanjutkan ke jenjang magister. Pada tahun akademik 2010/2011, ia meraih gelar Magister Teknik Lingkungan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

 

Semangat belajarnya tidak berhenti meski telah menduduki jabatan strategis di pemerintahan. Pada tahun akademik 2020/2021, ia menyelesaikan pendidikan profesi Insinyur di Universitas Muhammadiyah Malang.

 

Puncaknya, pada 2025 Alfi berhasil meraih gelar Doctor of Philosophy (PhD) dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Pendidikan doktoral yang ditempuh sejak sebelum pandemi Covid-19 itu menjadi bukti komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

 

Baginya, pendidikan bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan investasi pengetahuan yang dapat diterapkan dalam pelayanan publik. Keilmuan yang diperolehnya selama menempuh studi di Malaysia banyak diaplikasikan dalam pekerjaannya, terutama terkait pembangunan infrastruktur perkotaan, konsep pedestrian ramah pejalan kaki, serta penataan ruang kota wisata.

 

Tak hanya itu, Alfi juga aktif di dunia akademik sebagai Dosen Luar Biasa Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang. Melalui aktivitas mengajar, ia berupaya menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan praktik pembangunan daerah.

 

Produktivitas ilmiahnya juga tercatat melalui publikasi jurnal internasional. Berdasarkan data ResearchGate, Alfi menjadi penulis jurnal berjudul A Systematic Review of the Impact Overload on Road Pavement Batu City, Indonesia.

 

Di sisi lain, berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru, Alfi Nurhidayat tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp9.171.307.147 setelah dikurangi utang sebesar Rp374.908.139.

 

Aset terbesar berupa tanah dan bangunan senilai Rp8.739.000.000 yang tersebar di wilayah Malang Raya. Ia juga memiliki sejumlah kendaraan, antara lain Honda Tiger tahun 2010, Honda Vario tahun 2010, Yamaha NMax tahun 2018, Suzuki TS125 tahun 2002, dan Honda HR-V tahun 2021 dengan total nilai Rp309.000.000.

 

Sementara itu, harta bergerak lainnya tercatat sebesar Rp15.000.000, serta kas dan setara kas mencapai Rp483.215.286. Dalam laporan tersebut tidak tercantum kepemilikan surat berharga maupun harta lainnya.

 

Dengan pengalaman memimpin organisasi perangkat daerah yang berbeda karakter, latar belakang akademik hingga jenjang doktor, serta usia yang masih tergolong muda untuk level pimpinan birokrasi daerah, Alfi dinilai sebagai salah satu birokrat paling komplet di lingkungan Pemerintah Kota Batu.

 

Kini, langkahnya menuju kursi Sekretaris Daerah Kota Batu memasuki tahap akhir. Di antara tiga nama yang tersisa, Alfi Nurhidayat membawa modal pengalaman, kompetensi teknis, kemampuan manajerial, serta semangat pembelajaran sepanjang hayat. Sosok yang merepresentasikan wajah birokrasi modern: adaptif, berpengalaman, dan siap menjawab tantangan perubahan zaman. ( Eno)