Enam Kasus Besar Jadi Prioritas, Kajati Sulsel Bicara Penuntasan di Tengah Suasana Harlah Kejaksaan

1967636_11zon

Makassar | Serulingmedia.com – Suasana perayaan Hari Lahir (Harlah) Kejaksaan di Sulawesi Selatan berlangsung sederhana.

 

Jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel memilih menikmati kuliner khas Kota Makassar sembari membangun komunikasi dengan masyarakat sipil di Kedai Tujuh Belas, Rabu malam (2/9/2026).

 

Kepala Kejati Sulsel Muhammad Syarifuddin, S.H., M.H. hadir bersama Wakajati Sulsel, Aspidsus, Aspidum, Aspidmil, Asintel, Asdatun, Aswas dan para koordinator.

 

Rombongan berada di Kedai Tujuh Belas sejak pukul 19.30 hingga 23.00 WITA.
Kedatangan jajaran Kejati Sulsel disambut langsung Owner Kedai Tujuh Belas, Djusman AR, yang dikenal sebagai aktivis antikorupsi.

 

Pertemuan berlangsung dalam suasana santai dengan sajian kopi, saraba dan mie kering sebagai kuliner khas Makassar.

 

Namun, di balik suasana santai tersebut, pertemuan itu turut menyinggung agenda penegakan hukum. Sebanyak enam kasus besar disebut menjadi prioritas Kejati Sulsel untuk dituntaskan.

Informasi mengenai enam perkara tersebut muncul dalam rangkaian silaturahmi antara jajaran Kejati Sulsel dan Djusman AR. Meski demikian, rincian nama perkara, pihak yang terlibat maupun perkembangan penanganannya belum disampaikan secara terbuka.

Djusman AR menyambut positif kehadiran jajaran Kejati Sulsel. Ia menilai komunikasi langsung antara aparat penegak hukum dan masyarakat sipil penting untuk menjaga sinergi dalam mengawal agenda pemberantasan korupsi.

“Terima kasih atas kunjungannya. Semoga silaturahmi seperti ini menjadi sinergitas positif dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi antara Kejaksaan dan masyarakat sipil,” ujar Djusman AR.

Menurut Djusman, momentum Harlah Kejaksaan tidak hanya menjadi ruang untuk mempererat hubungan internal institusi, tetapi juga dapat menjadi momentum memperkuat komunikasi dengan masyarakat.

Sementara itu, Kajati Sulsel Muhammad Syarifuddin menyampaikan terima kasih atas sambutan dan jamuan yang diberikan pihak Kedai Tujuh Belas.

“Ini masih dalam rangkaian Hari Lahir (Harlah) Kejaksaan selain silaturahmi,” ujar Muhammad Syarifuddin.

Ia berharap komunikasi dan kebersamaan dengan berbagai elemen masyarakat dapat terus dijaga. Kedekatan tersebut dinilai penting untuk membangun komunikasi serta sinergi dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum.

Pertemuan tersebut menjadi gambaran bahwa agenda Harlah Kejaksaan tidak selalu berlangsung dalam seremoni formal. Di tengah suasana sederhana menikmati kuliner Kota Daeng, komunikasi mengenai penegakan hukum dan pemberantasan korupsi tetap menjadi perhatian.

Enam kasus besar yang disebut menjadi prioritas kini menjadi pekerjaan rumah Kejati Sulsel. Publik tentu menunggu bagaimana perkara-perkara tersebut dituntaskan dan sejauh mana proses penegakan hukumnya akan dibuka kepada masyarakat.( Yahya Patta/Buang Supeno).