Djusman AR: Kajati Baru Sulsel Harus Tuntaskan Kasus Korupsi, Bukan Sekadar Retorika

JUSMAN.jpeg1_11zon

Makassar | Serulingmedia.com – Pegiat antikorupsi Sulawesi Selatan, Djusman AR, menyampaikan ucapan selamat kepada Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, S.H., M.H. atas amanah barunya sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Sesjampidsus) Kejaksaan Agung RI.

Menurut Djusman, jabatan tersebut memberikan kewenangan yang lebih luas dalam penanganan perkara pidana khusus, khususnya tindak pidana korupsi, tidak hanya di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, tetapi juga mencakup seluruh Indonesia.

“Sebagai pegiat antikorupsi di daerah ini, saya mengucapkan selamat atas amanah yang lebih tinggi kepada Bapak Didik Farkhan Alisyahdi. Tentu dengan jabatan tersebut, kewenangannya akan lebih luas dalam menindaklanjuti perkara korupsi di seluruh Indonesia,” ujarnya, Rabu ( 15/4/2026 )

Selain itu, Djusman juga menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada Dr. Sila Haholongan, S.H., M.Hum sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan yang baru. Ia berharap kepemimpinan yang baru dapat menunjukkan kinerja yang lebih baik, terutama dalam melanjutkan penanganan berbagai kasus korupsi yang tengah berjalan.

Ia menegaskan, publik saat ini mencatat sejumlah kasus korupsi yang masih berproses di Kejati Sulsel, di antaranya kasus dugaan korupsi proyek nenas yang telah memasuki tahap penyidikan, serta dugaan korupsi di kawasan Metro Tanjung Bunga, CPI, dan sejumlah perkara lain yang juga ditangani kejaksaan negeri di wilayah Sulsel.

“Pergantian pimpinan tidak boleh menjadi alasan terhambatnya proses hukum. Kasus-kasus tersebut harus tetap berjalan, jangan sampai tersendat apalagi mangkrak,” tegasnya.

Djusman menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap kinerja Kajati Sulsel yang baru. Ia menekankan bahwa Sulawesi Selatan membutuhkan sosok pemimpin yang bekerja nyata, bukan sekadar pandai beretorika.

“Sulsel ini butuh Kajati yang luar biasa kinerjanya, bukan yang luar biasa retorikanya. Kami akan mendukung jika kinerjanya baik, dan tentu akan mengkritik jika sebaliknya,” tambahnya.

Diketahui, Djusman AR telah puluhan tahun aktif sebagai Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar dan konsisten mengawal berbagai isu pemberantasan korupsi di daerah. ( Yah/Eno)