Anak Putus Sekolah Jadi Alarm Serius, Bupati Jeneponto Turun Tangan Gelar Rakor Besar ATS 2026

1412933_11zon

Jeneponto | Serulingmedia.com – Pemerintah Kabupaten Jeneponto menunjukkan keseriusannya dalam menangani persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) dengan menggelar Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan ATS Tahun 2026 di Ruang Rapat Bupati Jeneponto, Senin (11/05/2026).

 

Rapat strategis tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Jeneponto H. Paris Yasir, SE., MM dan dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Jeneponto Dr. Aspa Muji, SSTP., M.Si, Kepala Bappeda Kabupaten Jeneponto Dr. H. Alfian Afandy Syam, ST., MT., Ph.D, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto Alamsyah, SE., MM, jajaran kepala OPD terkait serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam rapat tersebut, Kepala Bappeda Kabupaten Jeneponto Dr. H. Alfian Afandy Syam memaparkan berbagai langkah strategis pemerintah daerah dalam mencegah dan menangani Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Jeneponto.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui pendataan terintegrasi, penguatan koordinasi hingga tingkat kecamatan dan desa, serta program pendampingan guna menekan angka anak putus sekolah.

Selain memaparkan data jumlah ATS beserta sebarannya di setiap kecamatan, Alfian juga menjelaskan langkah terbaru yang dilakukan pemerintah daerah untuk mengajak kembali anak-anak putus sekolah agar melanjutkan pendidikan.

“Permasalahan anak tidak sekolah menjadi perhatian bersama sehingga diperlukan sinergi seluruh pihak agar anak-anak kita dapat kembali memperoleh hak pendidikan yang layak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto Alamsyah menegaskan pihaknya terus melakukan pendekatan persuasif melalui koordinasi dengan sekolah, pemerintah desa hingga keluarga siswa agar anak-anak yang putus sekolah dapat kembali mengikuti proses belajar.

Di hadapan seluruh peserta rapat, Bupati Jeneponto H. Paris Yasir menegaskan bahwa persoalan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama dan menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Jeneponto.

Ia meminta seluruh perangkat daerah terkait agar memperkuat koordinasi serta menghadirkan langkah konkret dan berkelanjutan untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah di Jeneponto.

“Kita ingin seluruh anak di Kabupaten Jeneponto mendapatkan hak pendidikan yang sama. Pendidikan menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tegas Bupati.

Bupati juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, pihak sekolah hingga masyarakat dalam mendukung program pencegahan dan penanganan ATS secara berkelanjutan.

Rapat koordinasi kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama seluruh peserta guna membahas berbagai tantangan di lapangan, solusi penanganan, hingga langkah tindak lanjut yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Jeneponto dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah Tahun 2026.

“Jangan sampai ada anak Jeneponto yang kehilangan masa depan hanya karena terputus dari pendidikan,” menjadi semangat yang mengemuka dalam rapat tersebut. ( Yah/Eno).