Sebelum Membelah Langit Kemerdekaan, Prajurit Lanud Abd Saleh Menundukkan Kepala dalam Doa
Malang, Serulingmedia.com — Sebelum pesawat-pesawat membelah langit dalam demo udara memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, para prajurit Lanud Abdulrachman Saleh terlebih dahulu menundukkan kepala dalam doa.
Doa bersama itu digelar Lanud Abdulrachman Saleh pada Selasa (11/8/2026) sebagai ikhtiar memohon keselamatan, keamanan, dan kelancaran pelaksanaan demo udara dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Marsma TNI Reza Sastranegara, S.Sos., M.A.P., MNSS., bersama para pejabat dan seluruh personel mengikuti kegiatan tersebut.
Doa dilaksanakan di tempat ibadah masing-masing sesuai keyakinan. Personel beragama Islam melaksanakan doa bersama di Masjid Baiturachman Lanud Abdulrachman Saleh. Sementara personel Kristen dan Katolik berdoa di Gereja GKPO Amarta, sedangkan personel Hindu melaksanakan doa di Pura Bhuvana Kerta.

Di balik persiapan demo udara yang akan menghiasi langit Indonesia, terselip kesadaran bahwa keselamatan menjadi hal utama.
Demo udara bukan sekadar atraksi. Setiap manuver pesawat membutuhkan ketepatan, disiplin, koordinasi, serta perhitungan yang matang. Kondisi cuaca, kecepatan, jarak antar-pesawat hingga komunikasi penerbang harus diperhitungkan secara cermat.
Karena itu, doa menjadi bagian dari ikhtiar.
Kemampuan dan teknologi dipersiapkan sebaik mungkin, sementara keselamatan dan kelancaran tugas dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kegiatan tersebut juga memperlihatkan sisi humanis kehidupan prajurit. Di balik seragam, kedisiplinan, dan tanggung jawab menjaga pertahanan negara, mereka adalah manusia yang memiliki keyakinan, keluarga, serta harapan yang sama: menjalankan tugas dengan baik dan kembali dalam keadaan selamat.
Perbedaan tempat ibadah tidak menjadi sekat. Masjid, gereja, dan pura menjadi ruang yang berbeda, tetapi menyatukan harapan yang sama—agar seluruh rangkaian demo udara berjalan aman, lancar, dan sukses.
Doa bersama ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap tugas besar membutuhkan persiapan yang matang. Namun, di atas seluruh perhitungan manusia, selalu ada ruang untuk memohon perlindungan Tuhan.
Sebelum langit Indonesia dipenuhi formasi pesawat dan atraksi yang membangkitkan kebanggaan, para prajurit Lanud Abdulrachman Saleh memilih mengawali langkah dengan doa.
Dari tempat-tempat ibadah itu, harapan kemudian mengarah ke langit yang sama: langit Indonesia. ( Eno)






