KERISAKTI FST UIN Malang-MAN 2 Tuban: Siswa Tak Sekadar Belajar Sains, Tapi Disiapkan Jadi Inovator Muda

1849847_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Sains tak lagi berhenti di ruang kelas. Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memperluas jejaring akademik dengan menggandeng MAN 2 Tuban melalui program KERISAKTI (Kerja Sama Riset, Sains, dan Teknologi).

 

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara FST UIN Malang dan MAN 2 Tuban di Aula MAN 2 Tuban, Kamis (6/8/2026).

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi perguruan tinggi dan madrasah dalam pengembangan riset, sains, teknologi, keterampilan, serta inovasi pembelajaran.

Dekan FST UIN Malang, Dr. H. Agus Mulyono, M.Kes., menegaskan bahwa kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada aspek kelembagaan, tetapi mampu menghadirkan program konkret yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa.

“Melalui KERISAKTI, kami ingin membangun kolaborasi yang memberikan manfaat nyata, terutama dalam penguatan riset, sains, teknologi, dan keterampilan terapan. Siswa madrasah perlu mendapatkan ruang untuk mengenal dan mempraktikkan sains secara langsung,” ujar Dr. H. Agus Mulyono.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk ikut mendorong tumbuhnya budaya riset dan inovasi sejak jenjang pendidikan menengah.

 

Karena itu, FST UIN Malang berupaya membuka akses kolaborasi yang memungkinkan siswa mengenal dunia akademik, laboratorium, penelitian, hingga pengembangan produk berbasis sains.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat melahirkan kegiatan-kegiatan yang produktif dan berkelanjutan. Tidak hanya transfer pengetahuan, tetapi juga bagaimana pengetahuan tersebut dapat dikembangkan menjadi inovasi dan karya yang bermanfaat,” tambahnya.

MAN 2 Tuban Sambut Kolaborasi Berbasis Riset

Kepala MAN 2 Tuban, H. Qomaruddin, S.Ag., M.A., menyambut positif kerja sama dengan FST UIN Malang.

Kool

Menurutnya, KERISAKTI menjadi peluang bagi madrasah untuk memperkuat pembelajaran sains sekaligus memberikan pengalaman baru kepada siswa.

“Kami menyambut baik kerja sama ini karena memberikan kesempatan kepada siswa MAN 2 Tuban untuk mendapatkan pengalaman dan wawasan yang lebih luas dalam bidang sains dan teknologi. Ini menjadi bagian penting dalam penguatan kompetensi siswa,” kata H. Qomaruddin.

Ia menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat menjadi pengungkit bagi madrasah dalam mengembangkan potensi siswa.

 

Terlebih, kebutuhan pendidikan saat ini tidak hanya menuntut kemampuan akademik, tetapi juga kreativitas, keterampilan, kemampuan memecahkan masalah, dan keberanian menciptakan inovasi.

“Kami berharap kerja sama ini dapat terus berkembang dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ke depan, kami ingin semakin banyak program kolaboratif yang dapat memberikan manfaat langsung bagi siswa dan madrasah,” ujarnya.

Siswa Belajar Sains Sekaligus Berwirausaha
Semangat kolaborasi tersebut langsung diwujudkan melalui Pelatihan Pembuatan Sabun dan Lip Balm Organik bagi siswa MAN 2 Tuban.

Kegiatan ini memberikan pengalaman praktik kepada siswa dalam mengolah bahan organik menjadi produk yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pelatihan sekaligus memperlihatkan bahwa ilmu sains dapat diterapkan untuk menghasilkan produk inovatif yang memiliki nilai guna dan berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha.

Siswa tidak hanya diperkenalkan pada proses pembuatan produk, tetapi juga diarahkan untuk memahami pentingnya ketelitian, kreativitas, inovasi, serta kemandirian dalam mengembangkan sebuah produk.

 

Bagi FST UIN Malang, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian dan kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat budaya sains di lingkungan madrasah.

 

Sementara bagi MAN 2 Tuban, kolaborasi ini menjadi ruang untuk memperkaya pengalaman belajar siswa dengan pendekatan yang lebih praktis dan aplikatif.

 

KERISAKTI diharapkan selanjutnya berkembang menjadi wadah kolaborasi berkelanjutan dalam berbagai bidang, mulai dari riset, pembelajaran, teknologi terapan, pengembangan keterampilan hingga kewirausahaan berbasis sains.

Sinergi FST UIN Malang dan MAN 2 Tuban tersebut sekaligus menjadi jembatan antara perguruan tinggi dan pendidikan madrasah dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik.

Lebih dari itu, siswa diharapkan mampu menjadi generasi yang kreatif, inovatif, mandiri, produktif, dan mampu mengubah pengetahuan menjadi karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama.( Eno)