Kondisi Pasar Batu Memprihatinkan, Fraksi Golkar Desak Pemkot Lakukan Penataan Ulang
Batu | Serulingmedia.com – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Batu, Drs. Didik Machmud, M.M., menyoroti kondisi Pasar Among Tani Batu yang dinilai semakin memprihatinkan dari hari ke hari.
Ia menilai, jika tidak segera ada langkah konkret dari Pemerintah Kota Batu, pasar yang dibangun untuk meningkatkan perekonomian masyarakat justru akan semakin sepi dan merugikan pedagang.
Didik mengungkapkan, saat ini Pasar Batu mengalami penurunan jumlah pengunjung yang berdampak langsung pada merosotnya pendapatan pedagang maupun pendapatan asli daerah (PAD), khususnya dari sektor parkir dan retribusi.
Pendapatan retribusi Pasar hanya mampu terealisasi 43,6 persen dari target Rp.4,8 Miliar atau Rp 2 Miliar. Sedangkan retribusi Parkir khusus jug abelum optimal hanya mampu mencapai 55,7 persen dari target Rp.6 Miliar atau tercapai Rp.3,3 Miliar.
“Saya melihat perkembangan pasar hari demi hari ini cukup memprihatinkan. Selain sepi, masih banyak atap yang bocor saat hujan, paving jalan yang belum dibenahi sempurna, dan pendapatan menurun, terutama dari parkir,” ujar Didik.

Ia mengingatkan kembali komitmen Wali Kota Batu yang sebelumnya menyampaikan rencana agar bus-bus wisata diarahkan masuk ke Pasar Batu sebelum menuju pusat kota. Menurutnya, kebijakan tersebut perlu segera dikaji dan disosialisasikan agar wisatawan mau singgah di pasar.
“Kalau bus wisata berhenti di pasar, wisatawan bisa belanja atau kuliner. Itu akan berdampak pada keramaian pasar. Selain itu, ada retribusi parkir yang bisa menambah pendapatan,” jelasnya.
Didik juga mengusulkan adanya kerja sama dengan biro perjalanan wisata. Menurutnya, kru dan sopir bus bisa difasilitasi makan di area pasar agar tertarik berhenti dan beristirahat di Pasar Batu. Selain persoalan kunjungan, Fraksi Golkar juga menyoroti perlunya penataan ulang atau revitalisasi lapak pedagang. Ia menyebut, jarak antarlapak yang terlalu berjauhan membuat pasar terasa tidak hidup.
“Perlu ada re-penataan lapak. Pedagang sejenis bisa didekatkan atau dikumpulkan agar pasar lebih ramai. Sekarang kewenangan sudah diserahkan ke pemerintah daerah, seharusnya ini bisa segera dilakukan,” tegasnya.
Didik menambahkan, penataan harus dilakukan dengan koordinasi bersama para pedagang, khususnya di zona 1 hingga zona 9, serta disertai pembinaan berkelanjutan.
Ia juga menyoroti masih banyaknya infrastruktur pasar yang belum optimal, seperti jalan yang tergenang air saat hujan dan kondisi gerbang (gate) pasar yang kerap tidak berfungsi.
“Gate pasar ini sudah lama kami sarankan untuk dibenahi dan dianggarkan. Jangan terus berdalih CSR, karena faktanya sampai sekarang belum optimal dan justru berdampak pada penurunan pendapatan,” katanya.
Sementara itu, perwakilan pedagang Pasar Among Tani, Didin Daryanto, menyambut baik wacana masuknya bus wisata ke area pasar. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat menjadi angin segar bagi pedagang yang selama ini mengandalkan kunjungan pembeli.

“Kami menyambut baik jika keinginan Wali Kota bisa mewujudkan bus wisata masuk Pasar Among Tani. Jelas ini akan memberi angin segar bagi pedagang,” ujar Didin.
Namun demikian, Didin mengingatkan agar pemerintah daerah terlebih dahulu melakukan penataan lahan parkir dan akses masuk pasar sebelum mendatangkan bus wisata. Pasalnya, kondisi di lapangan dinilai belum siap untuk dilalui kendaraan besar.
“Selama ini masih banyak timbunan barang dagangan dan meja jualan pagi yang menumpuk di area parkir. Jalan masuk juga sempit karena dipakai untuk menaruh lincak atau meja jualan,” jelasnya.
Ia menegaskan, penataan harus menjadi prioritas agar kebijakan tersebut tidak justru menimbulkan persoalan baru.
“Benahi dulu parkir dan jalannya, baru mendatangkan bus wisata. Kalau tertata, kami yakin dampaknya akan sangat positif,” tegas Didin.
Didin berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dengan melibatkan pedagang dalam proses penataan, sehingga Pasar Among Tani benar-benar bisa kembali ramai, pendapatan meningkat, dan tujuan pembangunan pasar sebagai penggerak ekonomi rakyat dapat terwujud.
Ketua Fraksi Partai Golkar Didik Machmud menambahkan, jika kondisi Pasar Among Tani terus dibiarkan seperti saat ini, maka tujuan awal pembangunan Pasar Among Tani Batu yang diresmikan Presiden Joko Widodo guna meningkatkan pendapatan masyarakat tidak akan tercapai.
Didik menegaskan, DPRD Kota Batu siap mendukung dari sisi anggaran apabila pemerintah daerah serius melakukan penataan dan perbaikan.
“Kalau memang butuh anggaran untuk perbaikan dan penataan ulang, kami di DPRD welcome. Yang penting ada langkah konkret. Pedagang berharap segera ada tindakan nyata, bukan sekadar rencana,” pungkasnya.
Ia berharap seluruh pihak dapat mengesampingkan kepentingan pribadi dan mengutamakan kepentingan bersama demi kemajuan Pasar Batu.
“Kalau pasar maju, pengunjung banyak, pendapatan meningkat, maka perekonomian masyarakat juga akan ikut membaik,” Pungkas Didik. ( Eno).






