Menyoal Manajemen Parkir di Kota Wisata Batu: Tantangan dan Harapan

PJ Walikota Parkir.jpeg4

Batu I serulingmedia.com – Kota Batu, sebagai salah satu destinasi wisata terkemuka di Indonesia, memiliki potensi besar dalam berbagai sektor, termasuk sektor parkir. Namun, belakangan ini, Penjabat (PJ) Walikota Batu, Aries Agung Paewai, merasa gerah melihat kondisi perparkiran di kota ini. Meskipun potensi parkir tepi jalan umum di Kota Batu sangat tinggi, pendapatan yang dihasilkan dari sektor ini belum mencapai target yang diharapkan. Kondisi ini mengindikasikan adanya permasalahan serius dalam manajemen dan pengawasan parkir di Kota Batu.

Sebagai kota wisata, Kota Batu selalu dipadati oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Kepadatan ini seharusnya menjadi peluang besar bagi pemerintah kota untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui sektor parkir. Parkir tepi jalan umum di sekitar objek wisata, seperti  Alun-alun Batu, Jalan-jalan Protokol, Jatim Park, Museum Angkut, dan Selecta, seharusnya mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan daerah. Sayangnya, kenyataan di lapangan menunjukkan sebaliknya. Pendapatan dari sektor parkir tidak sesuai dengan potensi yang ada, menunjukkan adanya kebocoran atau ketidakefisienan dalam pengelolaannya.

“Saya ambil contoh di kawasan alun-alun Kota Wisata Batu, pernah saya berkunjung ketika tidak ada kegiatan di luar kota saya ukur dengan pendapatan yang masuk dari retribusi parkir ternyata tidak seimbang. Jadi pemasukan sedikit sekali jika dibandingkan dengan jumlah kendaraan yang masuk di wilayah itu,” kata Pj. Aries.

Langkah Tegas PJ. Walikota

Dalam upaya memperbaiki kondisi ini, PJ. Walikota Batu, Aries Agung Paewai, mengambil langkah tegas dengan mengumpulkan 399 juru parkir yang terdaftar di Kusuma Agrowisata Hotel, Rabu (26/6/2024). Pertemuan ini bukan sekadar formalitas, melainkan momentum penting untuk memberikan wejangan dan penekanan terhadap pentingnya integritas dan kejujuran dalam menjalankan tugas sebagai juru parkir. Aries menekankan bahwa pendapatan dari sektor parkir tidak hanya penting bagi PAD, tetapi juga memiliki manfaat sosial, seperti membantu masyarakat miskin di Kota Batu. Dengan demikian, kejujuran para juru parkir dalam melaksanakan tugas mereka menjadi sangat krusial.

“Masyarakat kita banyak yang miskin, masih membutuhkan pertolongan. Uangnya dari mana?, ya dari berbagai macam sektor pendapatan asli daerah, termasuk salah satunya retribusi parkir. Kembalikan ke diri kita masing-masing, kalau kita masih merasa memiliki insya Allah Kita paham tentang hutang tanggung jawab kita untuk meningkatkan kesejahteraan warga Kota Wisata Batu itu sendiri,” urai Pj. Aries.

 

 Implementasi e-Parkir oleh Dishub

Selain mengandalkan integritas juru parkir, peran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu sebagai leading sektor dalam pengawasan parkir juga sangat penting. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan oleh Dishub untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan mengimplementasikan sistem e-Parkir. E-Parkir merupakan sistem parkir elektronik yang dapat membantu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan parkir. Dengan sistem ini, setiap transaksi parkir akan tercatat secara digital, sehingga meminimalisir kemungkinan terjadinya kebocoran pendapatan.

Implementasi e-Parkir juga dapat meningkatkan efisiensi dalam pengawasan. Dishub dapat memonitor kinerja juru parkir secara real-time, memastikan bahwa setiap juru parkir bekerja sesuai dengan aturan dan tidak melakukan tindakan yang merugikan PAD. Selain itu, e-Parkir juga dapat memberikan kemudahan bagi pengguna parkir, seperti pembayaran non-tunai yang lebih praktis dan aman.

Dengan langkah-langkah yang telah diambil oleh Aries Agung Paewai dan komitmen Dishub dalam meningkatkan pengawasan serta mengimplementasikan e-Parkir, diharapkan kondisi perparkiran di Kota Batu akan semakin membaik. Pendapatan dari sektor parkir dapat meningkat sesuai dengan potensinya, memberikan kontribusi positif bagi pembangunan kota dan kesejahteraan masyarakat. Kejujuran dan integritas juru parkir, serta pengawasan yang maksimal dari Dishub melalui e-Parkir, menjadi kunci utama dalam mewujudkan harapan tersebut.

Kota Batu, dengan segala potensinya, memiliki kesempatan besar untuk terus berkembang dan maju. Sektor parkir, meskipun terlihat sepele, namun memiliki dampak yang signifikan jika dikelola dengan baik. Semoga dengan adanya perbaikan dan peningkatan dalam manajemen parkir, termasuk implementasi e-Parkir, Kota Batu dapat semakin bersinar sebagai destinasi wisata yang tidak hanya indah, tetapi juga tertata dan teratur. ( Eno ).