Misteri Tombak Kyai Japa Sutera : Hilang Usai Jamasan, Kembali ke Tempatnya Tanpa Dijemput

773222_11zon

Batu | Serulingmedia. com — Peristiwa tak biasa dialami seorang pemerhati pusaka setelah melakukan jamasan di Padepokan Gajah Purwo Nusantara.

Sebuah tombak pusaka bernama Kyai Pleret sempat dikira hilang, namun kemudian ditemukan kembali berada di tempat semula tanpa diketahui proses perpindahannya.

Kejadian tersebut bermula usai proses jamasan sepuluh pusaka yang dilakukan oleh Cak Imam di Padepokan Gajah Purwo Nusantara desa Sidomulyo Kecamatan Kota Batu.

Seluruh pusaka kemudian dimasukkan ke dalam satu tas dan dibawa pulang. Namun tas tersebut tidak langsung dibuka hingga dua hari kemudian.

Saat tas dibuka dan pusaka dihitung satu per satu, pemilik mendapati hanya sembilan pusaka yang ada. Tombak Kyai Japa Sutera yang termasuk dalam daftar jamasan tidak ditemukan di dalam tas.

“Awalnya saya mengira salah hitung. Namun setelah dicek berulang kali, tetap hanya ada sembilan pusaka. Tombak Kyai Japa Sutera tidak ada,” ujarnya, Minggu ( 21/12/2025).

Dalam kondisi bingung, ia menghubungi Cak Imam penjamas pusaka melalui pesan singkat untuk memastikan apakah ada pusaka yang tertinggal saat pengemasan.

Namun hingga beberapa waktu, pesan tersebut belum mendapatkan tanggapan.
Tas pusaka kemudian diperiksa kembali secara menyeluruh. Namun hasilnya tetap sama.

Saat rasa cemas mulai muncul, pandangannya secara spontan tertuju ke arah tangga lantai dua rumahnya, lokasi biasa tombak tersebut diletakkan.

Ia mengaku terkejut ketika mendapati tombak Kya Japa Sutera telah berdiri tegak di tempat semula.

“Posisinya lengkap dan rapi, seperti biasanya. Saat itu saya benar-benar kaget dan bersyukur,” tuturnya.

Menanggapi peristiwa tersebut, ia memilih memaknainya sebagai pengalaman spiritual.

Ia mendekat dan melakukan kuluk sumkem sebagai bentuk penghormatan, disertai ucapan syukur kepada Allah SWT.

Padepokan Gajah Purwo Nusantara dikenal sebagai tempat pelestarian tradisi Nusantara, termasuk perawatan pusaka melalui jamasan yang dilakukan dengan doa, adab, dan tata laku tertentu.

Bagi kalangan pemerhati budaya, pusaka tidak hanya dipandang sebagai benda bersejarah, tetapi juga simbol nilai, etika, dan kearifan leluhur.

Peristiwa ini pun menjadi pengingat bahwa dalam tradisi budaya Nusantara, terdapat dimensi spiritual yang kerap dimaknai secara personal oleh pelakunya, di luar penjelasan rasional semata.( Eno).