Heli Suyanto: Merawat Tradisi, Meneguhkan Kerukunan di Lereng Sumberbrantas
Batu | Serulingmedia.com – Di tengah derasnya arus modernisasi, tradisi lokal tetap memiliki ruang penting sebagai perekat kehidupan masyarakat. Selamatan Desa Sumberbrantas menjadi salah satu contoh bagaimana nilai budaya, spiritualitas, dan kebersamaan terus hidup di tengah warga. Kehadiran Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, dalam Istighosah dan Pengajian Akbar bersama Gus Bahru Zamzami di Halaman Kantor Desa Sumberbrantas, Kamis (2/7/2026), memperlihatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai sosial dan keagamaan.
Bagi Heli Suyanto, Selamatan Desa bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Tradisi ini merupakan ruang refleksi bagi masyarakat untuk mensyukuri nikmat Allah SWT atas hasil bumi yang melimpah sekaligus memohon keberkahan agar kehidupan warga semakin sejahtera. Di desa yang dikenal sebagai salah satu sentra pertanian hortikultura Kota Batu itu, rasa syukur menjadi fondasi penting dalam menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
“Saya berharap kita semua mendapatkan keberkahan dari haul para wali di Sumberbrantas. Semoga hasil panen masyarakat semakin berkah dan membawa kesejahteraan bagi seluruh warga,” ujar Heli Suyanto di hadapan ribuan jamaah yang memenuhi lokasi pengajian.
Ucapan tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar doa. Sebagai daerah agraris, keberhasilan Sumberbrantas tidak hanya diukur dari melimpahnya hasil panen, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga harmoni sosial. Di sinilah tradisi keagamaan berperan sebagai penguat moral sekaligus pengikat hubungan antarsesama.
Heli juga menegaskan bahwa kerukunan merupakan warisan sosial yang harus dijaga lintas generasi. Ia mengenang bagaimana sejak kecil masyarakat Sumberbrantas dikenal memiliki karakter saling menghormati, ramah, dan gemar bergotong royong. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi modal utama dalam membangun desa yang tangguh menghadapi perubahan zaman.
“Sejak saya kecil, masyarakat Sumberbrantas dikenal rukun dan ramah. Nilai-nilai itu harus terus dijaga agar menjadi kekuatan desa dalam menghadapi berbagai tantangan,” pesannya.
Pernyataan itu menunjukkan pandangan Heli bahwa pembangunan tidak dapat dipisahkan dari karakter masyarakatnya. Infrastruktur dapat dibangun dalam hitungan tahun, namun budaya gotong royong, toleransi, dan solidaritas membutuhkan komitmen panjang untuk dipertahankan. Desa yang kuat bukan hanya desa yang maju secara ekonomi, tetapi juga desa yang mampu menjaga identitas budaya dan kehidupan sosial yang harmonis.
Selamatan Desa Sumberbrantas sendiri telah menjadi tradisi tahunan yang menyatukan berbagai unsur masyarakat. Melalui istighosah, pengajian, doa bersama, hingga silaturahmi antarwarga, tradisi ini memperkuat hubungan spiritual sekaligus mempererat persaudaraan. Dalam konteks pembangunan Kota Batu, kegiatan seperti ini menjadi bagian dari modal sosial yang tidak ternilai.
Kehadiran pemerintah dalam kegiatan budaya dan keagamaan juga memberikan pesan bahwa pembangunan harus berjalan seiring dengan pelestarian tradisi. Nilai-nilai lokal yang diwariskan para leluhur tetap relevan sebagai pedoman menghadapi tantangan kehidupan modern, termasuk menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Di lereng pegunungan yang subur itu, doa-doa masyarakat menyatu dengan harapan akan panen yang melimpah, kehidupan yang damai, serta masa depan yang lebih baik. Melalui kehadirannya, Heli Suyanto tidak hanya hadir sebagai Wakil Wali Kota Batu, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang percaya bahwa keberkahan sebuah daerah lahir dari rasa syukur, persaudaraan, dan semangat gotong royong yang terus dirawat dari generasi ke generasi.






