119 Calon Wisudawan Pascasarjana UNISMA Dilepas, Bekali Alumni dengan Critical Thinking dan Karakter Kepemimpinan
Malang | Serulingmedia.com – Program Pascasarjana Universitas Islam Malang (UNISMA) melepas 119 calon wisudawan jenjang Magister dan Doktor pada Wisuda Periode ke-79 Tahun 2026 dalam acara pelepasan yang berlangsung di Hotel Harris Malang, Sabtu (27/6/2026).
Momentum tersebut menjadi ajang pembekalan terakhir sebelum para lulusan resmi diwisuda.
Direktur Pascasarjana UNISMA, Prof. Dr. H. M. Mas’ud Said, M.M., Ph.D., menegaskan bahwa para lulusan tidak boleh berhenti belajar meski telah menyandang gelar magister maupun doktor.

“Sebagai lulusan pascasarjana, status Anda saat ini bisa dibilang masih setengah jadi. Pertanyaannya, kemampuan apa lagi yang harus ditambahkan selain ijazah? Jawabannya adalah skill for the future,” ujar Prof. Mas’ud.
Menurutnya, ada tiga kompetensi utama yang harus dimiliki lulusan Pascasarjana UNISMA. Pertama, critical thinking atau kemampuan berpikir kritis dan solutif.
“Kita harus memiliki cara berpikir yang tidak mandek dan tidak jumud. Selalu mempertanyakan mengapa kita berada di sini dan ke mana kita akan melangkah. Itulah pembeda lulusan magister dan doktor,” katanya.
Kompetensi kedua adalah good communication. Ia menilai kemampuan komunikasi menjadi faktor penting dalam keberhasilan seseorang.
“Banyak hal baik tidak berjalan karena komunikasinya macet, termasuk komunikasi mahasiswa dengan dosen pembimbing. Karena itu komunikasi harus menjadi kekuatan setiap lulusan,” tegasnya.
Selain kecakapan intelektual, Prof. Mas’ud juga mengingatkan pentingnya karakter, profesionalisme, idealisme sosial, serta religiositas.
“Alumni yang baik adalah alumni yang akademiknya baik, karakternya kuat, profesional dalam pekerjaannya, memiliki idealisme pengabdian, dan tidak pernah berhenti mengetuk pintu langit memohon pertolongan Allah,” ungkapnya.
Ia mengingatkan bahwa tantangan dunia kerja semakin berat. Namun lulusan UNISMA memiliki peluang menjadi pengusaha, birokrat, banker, akademisi, politikus, pendidik maupun pengelola yayasan selama mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Mager bukan prestasi. Jangan menunggu orang lain mengubah hidup kita. Bergeraklah, karena hanya diri kita sendiri yang bertanggung jawab membawa masa depan menjadi lebih baik,” pesannya sembari mengutip motivasi Oprah Winfrey.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Mas’ud juga mengumumkan sejumlah lulusan terbaik dari berbagai program studi sebagai bentuk apresiasi atas prestasi akademik yang diraih selama menempuh pendidikan.
Sementara itu, Rektor UNISMA, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh calon wisudawan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan yang penuh tantangan.

“Kesuksesan ini patut kita syukuri karena menyelesaikan pendidikan di program magister maupun doktor membutuhkan kerja keras dan pengorbanan yang luar biasa,” ujarnya.
Menurut Rektor, mahasiswa Pascasarjana UNISMA berasal dari berbagai profesi, mulai dari Kapolres, kepala sekolah, ketua pengadilan hingga pejabat pemerintahan.
Meski memiliki jabatan tinggi, mereka mampu menanggalkan ego dan kembali menjadi mahasiswa.
“Kalau masih memakai baju jabatan, ketika proposal dikritik dosen pasti akan sakit hati. Tetapi mereka mampu melepas jabatan itu demi belajar. Alhamdulillah semuanya berhasil menyelesaikan studi,” katanya.
Rektor juga mengingatkan para lulusan yang masih memiliki kewajiban akademik, terutama publikasi ilmiah, agar segera menyelesaikannya sehingga proses pengambilan ijazah tidak mengalami kendala.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa berdasarkan Statuta UNISMA Tahun 2025, penyelenggaraan sejumlah program pascasarjana secara bertahap akan dikembalikan ke fakultas masing-masing.
Karena itu, pelayanan administrasi seperti legalisasi ijazah nantinya juga dilakukan melalui fakultas sebagai induk program studi.
Mewakili seluruh calon wisudawan, Meittia Syahadatina Noor, mahasiswa Magister Manajemen asal Kalimantan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh sivitas akademika UNISMA yang telah mendampingi perjalanan akademiknya.

Ia mengaku banyak memperoleh wawasan baru selama menempuh pendidikan, khususnya dalam bidang manajemen, kepemimpinan, dan kewirausahaan.
“Saya memperoleh wawasan baru dalam bidang manajemen, kepemimpinan, dan kewirausahaan. Khususnya bagi saya yang sebelumnya tidak memiliki latar belakang manajemen. Proses perkuliahan di UNISMA tidak hanya memperkaya pengetahuan teoritis, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir kritis, analitis, dan profesional dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja,” tuturnya.
Menurut Meittia, berbagai diskusi, penugasan, serta kegiatan akademik yang dijalani selama kuliah turut memperluas jejaring profesional sekaligus meningkatkan potensi diri, sehingga ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada teori, tetapi dapat diimplementasikan dalam kehidupan dan pekerjaan.

Ia berharap Program Pascasarjana UNISMA terus mempertahankan kualitas pendidikan, meningkatkan pelayanan akademik, serta mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman.
“Semoga UNISMA semakin maju, menghasilkan lulusan yang unggul, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara,” harapnya.
Meittia juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pembina Yayasan, pimpinan universitas, pimpinan Pascasarjana, para dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh rekan mahasiswa yang telah menjadi bagian dari perjalanan akademiknya.
Acara pelepasan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Sebanyak 119 calon wisudawan dari berbagai program studi Magister dan Doktor kini siap memasuki dunia profesional dengan bekal ilmu pengetahuan, karakter kepemimpinan, serta komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. ( Eno).






